tentang syahidnya orang-
orang yang meninggal
karena bencana memang
didasarkan pada hadits
yang shahih. Paling tidak,
di dalam kitab tershahih
kedua di muka bumi
setelah Al-Quran, Al-
Bukhari meriwayatkan
hal itu dari mulut
manusia utusan Allah
SWT.:
Dari Abi Hurairah ra.
bahwa Rasulullah SAW
bersabda, Syuhada ’ ada
lima. Wafat karena
wabah, wafat karena
penyakit di perut, wafat
karena tenggelam, wafat
karena tertindih/
tertimpa bangunan,
wafat karena perang di
jalan Allah.
Para ulama memberi
komentar atas hadits ini
bahwa mereka yang
wafat oleh sebab-sebab
di atas, akan
mendapatkan balasan
yang sama dengan orang-
orang yang berjihad dan
wafat di jalan Allah di
akhirat.
Namun demikian, proses
pengurusan kematiannya
tetap berbeda dengan
mereka yang mati syahid
dalam keadaan perang
membela agama Allah
SWT.
Di antara perbedaannya
adalah bhwa mereka
yang mati syahid bukan
karena perang, tetap
wajib dimandikan dan
dikafani. Sedangkan yang
mati syahid karena
perang, tidak perlu
dimandikan dan juga
tidak perlu dikafani.
Mereka cukup
dikuburkan begitu saja
dengan pakaian dan luka-
lukanya, karena justru
keadaannya saat
meninggal itulah yang
nanti akan menjadi saksi
di akhirat, bahwa yang
bersangkutan telah mati
dalam rangka membela
ajaran Islam.
Adapun mereka yang
wafat karena wabah yang
melanda suatu daerah,
atau wafat karena
tenggelam di laut atau
banjir tsunami dan
lainnya, atau karena
tertimpa bangunan
lantara gempa bumi atau
longsor, insya Allah
mereka akan
mendapatkan tempat
yang baik di sisi Allah
SWT, sebagaimana sabda
Rasul-Nya bahwa mereka
akan mendapatkan
pahala sebagaimana
pahala para syuhada ’.
Mari kita doakan
suadara-saudara kita
yang atas kehendak-Nya
telah dipanggil
menghadap-Nya, semoga
Allah SWT mengampuni
dosa-dosa mereka,
semoga Allah
memberikan kasih sayang
kepada mereka,
memaafkan kesalahan
mereka, dimulaiakan
tempat mereka,
diluaskan tempat masuk
mereka, dimandikan
mereka dengan air, salju
dan embun.
Semoga Allah SWT
berkenan menerima
mereka di sisi-Nya,
ditinggikan derajat
mereka, dan dijadikan
alam kubur mereka
sebagai raudhah min
riyadhil jannah dan bukan
hufrah min hufarin niran.
Amien ya rabbal ‘alamin.
Wallahu a’lam
bishshawab,
SURGA DAN NERAKA
Senin, 27 Desember 2010
MATI KENA BENCANA APAKAH SYAHID.??
PERTANYAAN KUBUR APAKAH DENGAN BAHASA ARAB.??
Allah SWT telah
berfirman di dalam Al-
Quran Al-Kariem tentang
adanya azab kubur.
… Alangkah dahsyatnya
sekiranya kamu melihat
di waktu orang-orang
yang zalim berada dalam
tekanan sakratul maut,
sedang para malaikat
memukul dengan
tangannya, ,
"Keluarkanlah nyawamu"
Di hari ini kamu dibalas
dengan siksa yang sangat
menghinakan, karena
kamu selalu mengatakan
terhadap Allah yang tidak
benar dan kamu selalu
menyombongkan diri
terhadap ayat-ayatNya.
(QS. Al-Anam: 93)
Nanti mereka akan Kami
siksa dua kali kemudian
mereka akan
dikembalikan kepada
azab yang besar.(QS. At-
Taubah: 101)
Di ayat ini teramat jelas
bahwa Allah SWT
menyiksa orang zalim itu
dua kali, yaitu pada alam
kubur dalam
kematiannya yaitu
setelah nyawa dicabut
hingga menjelang hari
kiamat. Dan berikutnya
adalah siksaan setelah
hari kiamat yaitu di
neraka.
diriwayatkan dengan
shahih dalam shahih Al-
Bukhari.
Dari Aisyah ra bahwa
Rasulullah SAW berdoa
dalam shalat, ”Ya Allah,
aku berlindung kepadamu
dari azab kubur …(HR
Bukhari kitab azan bab
doa sebelum salam hn.
789)
Berikut Adalah Soal
Pertanyaan Malaikat
Munkar dan Nakir
Kepada Mayat / Mayit di
Alam Kubur (Alam
Barzah) :
1. Siapa Tuhanmu?
2. Siapa Nabimu?
3. Apa Agamamu?
4. Siapa Imammu?
5. Dimana Kiblatmu?
6. Siapa Saudaramu?
Berikut Ini Adalah
Jawaban Atas Pertanyaan
Malaikat Mungkar dan
Nakir :
1. Siapa Tuhanmu? Allah
SWT
2. Siapa Nabimu?
Muhammad SAW
3. Apa Agamamu? Islam
4. Siapa Imammu? Al-
Quran
5. Dimana Kiblatmu?
Ka'bah
6. Siapa Saudaramu?
Muslimin dan Muslimat
Pertanyaan di atas hanya
gambaran saja. Kita tidak
tahu bagaimana format
pertanyaan sebenarnya
dan apakah akan ada
tambahan pertanyaan
atau tidak. Hanya Allah
SWT yang maha tahu.
dan bahasa yang
digunakan bahasa arab
dalam kubur.. dan sangat
mudah bagi Alloh
SWT.membuat manusia
bisa berbahasa arab.
wallohu'alam
berfirman di dalam Al-
Quran Al-Kariem tentang
adanya azab kubur.
… Alangkah dahsyatnya
sekiranya kamu melihat
di waktu orang-orang
yang zalim berada dalam
tekanan sakratul maut,
sedang para malaikat
memukul dengan
tangannya, ,
"Keluarkanlah nyawamu"
Di hari ini kamu dibalas
dengan siksa yang sangat
menghinakan, karena
kamu selalu mengatakan
terhadap Allah yang tidak
benar dan kamu selalu
menyombongkan diri
terhadap ayat-ayatNya.
(QS. Al-Anam: 93)
Nanti mereka akan Kami
siksa dua kali kemudian
mereka akan
dikembalikan kepada
azab yang besar.(QS. At-
Taubah: 101)
Di ayat ini teramat jelas
bahwa Allah SWT
menyiksa orang zalim itu
dua kali, yaitu pada alam
kubur dalam
kematiannya yaitu
setelah nyawa dicabut
hingga menjelang hari
kiamat. Dan berikutnya
adalah siksaan setelah
hari kiamat yaitu di
neraka.
diriwayatkan dengan
shahih dalam shahih Al-
Bukhari.
Dari Aisyah ra bahwa
Rasulullah SAW berdoa
dalam shalat, ”Ya Allah,
aku berlindung kepadamu
dari azab kubur …(HR
Bukhari kitab azan bab
doa sebelum salam hn.
789)
Berikut Adalah Soal
Pertanyaan Malaikat
Munkar dan Nakir
Kepada Mayat / Mayit di
Alam Kubur (Alam
Barzah) :
1. Siapa Tuhanmu?
2. Siapa Nabimu?
3. Apa Agamamu?
4. Siapa Imammu?
5. Dimana Kiblatmu?
6. Siapa Saudaramu?
Berikut Ini Adalah
Jawaban Atas Pertanyaan
Malaikat Mungkar dan
Nakir :
1. Siapa Tuhanmu? Allah
SWT
2. Siapa Nabimu?
Muhammad SAW
3. Apa Agamamu? Islam
4. Siapa Imammu? Al-
Quran
5. Dimana Kiblatmu?
Ka'bah
6. Siapa Saudaramu?
Muslimin dan Muslimat
Pertanyaan di atas hanya
gambaran saja. Kita tidak
tahu bagaimana format
pertanyaan sebenarnya
dan apakah akan ada
tambahan pertanyaan
atau tidak. Hanya Allah
SWT yang maha tahu.
dan bahasa yang
digunakan bahasa arab
dalam kubur.. dan sangat
mudah bagi Alloh
SWT.membuat manusia
bisa berbahasa arab.
wallohu'alam
Minggu, 26 Desember 2010
APAKAH ADA SIKSA KUBUR.??
Nanti mereka akan
Kami siksa dua kali
kemudian mereka akan
dikembalikan kepada
azab yang besar.(QS. At-
Taubah: 101)
Di ayat ini teramat jelas
bahwa Allah SWT
menyiksa orang zalim itu
dua kali, yaitu pada alam
kubur dalam
kematiannya yaitu
se...telah nyawa dicabut
hingga menjelang hari
kiamat. Dan berikutnya
adalah siksaan setelah
hari kiamat yaitu di
neraka.
Pada asalnya azab kubur
ditimpakan kepada ruh
karena setelah kematian
hukum dilaksanakan
kepada ruh. Sedangkan
jasad jasad yang telah
menjadi bangkai tidak
butuh pengawetan,
makan atau minum,
bahkan dialah yang
dimakan tanah.
Akan tetapi Syaikhul
Islam Ibnu Taimiah
berkata, bahwa
terkadang ruh masih
berhubungan dengan
jasad sehingga keduanya
masih diazab atau disiksa
bersamaan. Menurut
Ahlus sunnah, ada lagi
pendapat lain, bahwa
nikmat dan azab
ditimpakan kepada jasad
tanpa ruh. Dibuktikan
dengan ditemukannya
secara nyata pada kubur-
kubur yang digali adanya
bekas-bekas azab atau
nikmat pada jasad
penghuni kubur tersebut.
Beberapa orang telah
mengabarkan kepada
saya (Syaikh Ibnu
Utsaimin) bahwa di sini,
Unaizah, Saudi Arabia,
ketika sedang
berlangsung penggalian
untuk membuat pagar
batas Negara, dilaluilah
sebuah kuburan. Ketika
kuburan tersebut digali,
di dalamnya ditemukan
sosok mayat yang
jasadnya masih utuh
belum rusak, padahal
kain kafannya telah
hancur dimakan tanah.
Sebagian yang lain
melihat jenggot mayat
tersebut ber-hana
(pewarna rambut) dan
mengeluarkan semerbak
bau seperti misk.
Para pekerja pun
menghentikan
penggalian. Kemudian
mendatangi seorang
ulama untuk menanyakan
tentang hal yang mereka
temui. Ulama tersebut
memerintahkan untuk
tidak mengganggu kubur
tersebut. Jika tetap ingin
menggali, di samping
kanan atau kiri kubur
tersebut.
Atas dasar keadaan
seperti itu para ulama
mengatakan bahwa ruh
terkadang berhubungan
dengan jasad sehingga
azab diberikan kepada
ruh jad jasad. Bisa pula
dengan pemahaman
hadits Nabi Saw
“ Sesungguhnya kubur
akan disempitkan untuk
orang kafir sehingga
berhimpitlah tulang
rusuknya. ” (Musnad
Ahmad III/126)
Hal ini menunjukkan
bahwa azab ditunjukkan
kepada jasad, karena
tulang rusuk terdapat
pada jasad.
Ya Allah ampunilah dia,
rahmatilah dia,
selamatkanlah dia,
maafkanlah dia,
baguskanlah tempat
tinggalnya, luaskanlah
kuburnya, mandikanlah ia
dengan air, salju dan
embun, bersihkanlah ia
dari dosa dan kesalahan
sebagaimana kain putih
dibersihkan dari kotoran.
Jadikanlah rumah yang
lebih baik dari rumahnya,
pasangan yang lebih baik
dari pasangannya,
masukkanlah ia ke dalam
sorga dan lindungilah ia
dari azab kubur dan azab
neraka. Lapangkanlah ia
dalam kuburnya dan
berilah ia cahaya di
dalamnya. (HR. Muslim)
dzab dan nikmat kubur
adalah benar adanya
berdasarkan Al Qur ’an, As
Sunnah dan ‘ijma ahlu
sunnah. Nabi shallahu
‘ alaihi wasallam selalu
memohon perlindungan
kepada Allah dari adzab
kubur dan
memerintahkan umatnya
untuk melakukan hal itu.
Dan hal ini hanya
diingkari oleh orang-
orang Mulhid . Mereka
mengatakan bahwa
seandainya kita
membongkar kuburan
tersebut, maka akan kita
dapati keadaannya
seperti semula.
Banyak hadits-hadits
mutawatir dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam tentang
pembuktian adzab dan
nikmat kubur bagi
mereka yang berhak
mengecapnya. Demikian
juga pertanyaan Munkar
dan Nakir. Semua itu
harus diyakini dan
diimani keberadaannya.
Dan kita tidak boleh
mempertanyakan
bagaimananya. Sebab
akal memang tidak dapat
memahami bentuk
sesungguhnya. Karena
memang tak pernah
mereka alami di dunia ini.
bahwa siksa kubur adalah
siksa di alam Barzakh.
Barangsiapa yang mati,
dan berhak mendapatkan
adzab, ia akan menerima
bagiannya. Baik ia
dikubur maupun tidak.
Meski dimangsa binatang
buas, atau terbakar
hangus hingga menjadi
abu dan bertaburan
dibawa angin; atau
disalib dan tenggelam di
dasar laut. Ruh dan
jasadnya tetap akan
mendapat siksa, sama
seperti orang yang
dikubur. (lihat Tahdzib
Syarh Ath Thahawiyah,
Syaikh Abdul Akhir
Hammad al Ghunaimi)
Bagaimana bentuk
kenikmatan dan siksa
yang akan dirasakan,
tidak perlu kita
bandingkan dengan apa
yang didapat di dunia
sekarang ini. Yang jelas,
kenikmataan dan siksaan
itu merupakan realitas
yang harus kita imani.
Nash-nash Al Qur’an dan
sunah yang dijadikan dalil
adanya pertanyaan
Malaikat Munkar dan
Nakir serta adanya
kenikmatan dan siksa di
alam kubur antara lain
sebagai berikut:
“Allah meneguhkan
orang-orang yang
beriman dengan ucapan
yang teguh dalam
kehidupan di dunia dan di
akhirat... ” (QS.
Ibrahim:27).
Menurut Rasullah saw. al-
qaulu as-tsabit dalam
ayat di atas adalah
kesaksian -bahwa tiada
Tuhan melainkan Allah
dan Muhammada
Rasulullah- yang
diberikan oleh seorang
muslim di dalam kubur
tatkala ditanya oleh
malaikat. (HR. Bukhari
dan Muslim)
“....Dan Fir’aun beserta
kaumnya dikepung oleh
azab yang amat buruk.
Kepada mereka
ditampakkan neraka
pada pagi dan petang.
Pada hari terjadinya
kiamat (dikatakan
kepada malaikat):
‘ Masukkan Fir’aun dan
kaumnya ke dalam azab
yang sangat keras. ”
Dalam ayat di atas, ada
dua azab yang
ditimpakan oleh Allah
kepada Fir ’aun dan
kaumnya. Pertama,
ditampakkan neraka
pada pagi dan petang.
Kedua, dimasukkan ke
dalam azab yang sangat
keras. Jika azab yang
kedua dinyatakan setelah
terjadinya kiamat, tentu
azab yang pertama
terjadi antara kematian
dan kebangkitan, yaitu di
alam kubur.
Rasulullah saw. bersabda,
“ Sesungguhnya jika
seseorang telah
diletakkan di dalam
kuburannya dan
ditinggalkan oleh teman-
temannya, maka ia
mendengar bunyi sandal
mereka, maka saat itu ia
didatangi oleh dua
malaikat yang kemudian
mendudukkannya dan
bertanya: “Bagaimana
pendapatmu tentang ini
(maksudnya Nabi
Muhammad saw )?”
Seorang mukmin akan
menjawab: “Aku bersaksi
bahwa ia adalah hamba
dan utusan Allah. ” Lalu
malaikat itu berkata
kepadanya: “Lihatlah,
tempatmu di neraka sana
sudah diganti oleh Allah
dengan tempat di surga,
kemudian ia melihat
kedua tempat itu.
Adapun orang munafik
dan kafir, ketika ditanya:
“ Bagaimana pendapatmu
tentang orang ini?” ia
menjawab: “Saya tidak
tahu. Saya hanya
mengatakan apa kata
orang saja. ” Lalu
dukatakan kepadanya:
“ Kamu tidak tahu dan
tidak pernah membaca
namanya ?” Lalu ia
dipukul dengan palu besi
hingga menjerit
kesakitan, yang
jeritannya itu didengar
oleh makhluk
disekitanya, kecuali oleh
manusia dan
jin. ” (Muttafaqun ‘alaih)
Menurut Dr. Muhammad
Na ’im Yasin dalam
bukunya Al-Iman, hadits-
hadits shahih yang
menerangkan adanya
azab kubur sangat
banyak dan mencapai
derajat mutawir
(meyakinkan/pasti).
Kesimpulannya, kuburan
adalah tempat jenazah
dikuburkan, sedangkan
alam kubur atau alam
barzah adalah alam atau
kehidupan yang akan
dirasakan oleh setiap
orang yang telah wafat.
Walaupun keberadaan
alam kubur itu tidak bisa
dibuktikan secara
empirik, kita harus yakin
bahwa alam kubur itu
ada.
apa di dalam Quran di
ceritakan bagaimana
cara bersolat? Sebab itu
diutuskan rasul junjungan
besar. Kalau anda
mengambil saja di dalam
Quran maka nya masalah
besar kamu hendak
mengikut syariat. Sudah
di sabda oleh rasul kita
bahawa azab kubur itu
tetap terjadi, jadi biar
apa pun bentuk yang di
seksa tetap penyeksaan
itu ada. Hal2 yang remeh
yang membuat kan kita
lebih memahami apa
hikmat nya sesuatu. Dan
hal yang remeh membuat
kita lebih beriman
kepada ALLAH. (JANGAN
TERPENGARUH DENGAN
AKAL KERANA AKAL ITU
BERGANTUNG KEPADA
ILMU DAN ILMU ITU
SIFATNYA BERLAWANAN
ANTARA SATU SAMA
LAIN. BERSIHKANLAH
HATI NESCAYA KAU AKAN
MERASA HAKIKAT IMAN
DAN AKAL MU AKAN
MENERIMA ILMU YANG
TIADA PERTENTANGAN
DALAM MENGESAKAN
ALLAH)
tapi kalau anda tetap
pada prisip anda silahkan
saja. dan perlu diingat
bahwa jika mau ijtihad
lebih baik anda harus
mmenguasi 1.Bahasa
arab, 2. menguasai Al-
qur'an,3. mengusai
hadist, 4.menguasai usul
fiqih.5. menguasai qias 6.
menguasai ijma'
ulama.wallohu'alam
bissawab
wallohu'alam
24 September jam 8:53 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Abu Hurairah Radi-
Allaho 'anho
meriwayatkan bahawa
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam
bersabda, "Ada satu
surah didalam Al-Quran
yang terdiri daripada tiga
puluh ayat yang akan
mensyafa'ati (memberi
syafa'at) kepada
seseorang (pembacanya)
itu, sehinggalah ianya
diampunkan. Ini adalah
surah Tabarak-al-ladhi."
: Surah al-Mulk juga
dikenali sebagai surah
Tabarak-al-ladhi
Tentang surah Tabarak-
al-ladhi (Al-Mulk) ini ada
satu riwayat yang lain
menyatakan bahawa
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam
bersabda, "Hatiku
menghendaki supaya
surah ini berada didalam
setiap hati orang-orang
yang beriman."
Mengikut satu hadith,
seseorang yang membaca
dua surah iaitu Tabarak-
al-ladhi (Al-Mulk) dan
Alif-Lam-Mim-Sajdah
diantara solat Maghrib
dan Isya adalah
seumpama seseorang
yang berdiri sembahyang
untuk sepanjang malam
Lailat-ul-Qadar (malam
ke27 Ramadhan, dibulan
puasa dan bulan ke 9
didalam kiraan Islam .
Adalah diberitakan juga
bahawa jika seseorang
itu membaca dua surah
ini, tujuh puloh kelebihan
akan diperolehinya dan
tujuh-puluh dosa-dosa
akan dihapuskan.
Mengikut riwayat yang
lain, jika seseorang itu
membaca dua surah ini,
ganjaran pahalanya
adalah menyamai orang
yang berdiri sembahyang
untuk sepanjang malam
'Laila-tul-Qadr'. Ini juga
telah disebutkan didalam
Mazahir.
Tirmidzi rahmat-Ullah
'alaih meriwayatkan
daripada Ibn-e-Abbas
radi-Allaho
'anho;"Sekumpulan
Sahabat telah mendirikan
satu khemah disatu
tempat tanpa
mengetahui bahawa
disitu terdapat sebuah
kubur.Dengan tiba-tiba,
mereka-mereka yang
mendirikan khemah itu
mendengar seorang
sedang membaca surah
Tabarak-al-ladhi (Al-
Mulk).
Merekapun menceritakan
peristiwa itu kepada
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam yang
menerangkan kepada
mereka bahawa surah ini
akan menjaga mereka
daripada azab Allah dan
menjaminkan
keselamatan."
Jabir Radi-Allaho
meriwayatkan bahawa
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam tidak
akan pergi tidur sebelum
ia membaca surah Alif-
Lam-Mim-Sajdah dan
Tabarak-al-ladhi (Al-
Mulk).
Khalid Ibn-e Ma'dan radi-
Allaho 'anho telah
berkata bahawa ia
pernah mendengar satu
riwayat yang
mengatakan hahawa ada
seorang pendosa besar
yang pernah membaca
surah Sajdah tetapi tidak
pernah membaca surah
yang lain-lain. Surah ini
telah mengembangkan
sayapnya diatas orang ini
dan memohon kepada
Allah, "Wahai Pemberi
Rezekiku! orang ini
kerapkali membaca
daku." Dengan syafa'at
dari surah ini diterima
oleh Allah lalu
diperintahkan supaya
setiap dosa yang
dimasukkan didalam
kiraannya digantikan
dengan pahala." Khalid
Ibn-e Ma'dan radi-Allaho
'anho juga telah
meriwayatkan bahawa,
"Surah ini akan merayu
bagi pihak pembacanya
didalam kubur dan
berkata, 'Ya Allah! jikalau
aku ini berada didalam
KitabMu, maka terimalah
syafa'atku, jika tidak
hilangkanlah sahaja daku
ini daripada KitabMu!'.
Surah ini akan muncul
didalam bentuk seekor
burung, mengembangkan
sayapnya keatas rnayat
itu dan menjaganya
daripada siksaan
kubur." la telah
meriwayatkan semua
sekali kelebihan-
kelebihan surah Tabarak-
al-ladhi ini. Ianya sendiri
tidak akan pergi tidur
sehinggalah ia membaca
dua surah ini. Ta'us
rahmat-Ullah 'alaih telah
berkata, "Kedua-dua
surah ini mendatangkan
enam-puluh kelebihan-
kelebihannya yang
mengatasi daripada
segala surah-surah.
Siksaan didalam kubur
bukanlah satu perkara
yang biasa. Setelah
meninggal dunia, tingkat
pertama seseorang itu
mesti lalui ialah kubur.
Apabila Hadrat Uthman
radi-Allaho 'anho berdiri
diatas sebuah kubur, ia
akan menangis dengan
begitu sekali sehinggalah
janggutnya dibasahi air-
matanya. Seseorang telah
bertanya kepadanya
mengapakah ia
menangis begitu rupa jika
disebut kubur daripada
disebutkan Syurga atau
Neraka. Ia menjawab,
"Aku telah mendengar
dari Rasul-Ullah sall-
Allaho 'alaihe wa sallam
bahawa kuburlah tempat
persinggahan yang
pertama untuk menuju
akhirat. Barangsiapa
terselamat daripada
azabnya peristiwa-
peristiwa selanjutnya
akan mudah baginya. Dan
sesiapa yang tidak
selamat daripada azab
didalamnya, kepadanya
peristiwa yang akan
datang kelak menjadikan
lebih sukar sekali. Dan
daku juga mendengar
bahawa tidak ada satu
gambaran yang lebih
menakutkan dan
menggerunkan selain
daripada apa yang ada
didalam kubur. Ya Allah!
selamatkanlah kami
daripada azab ini dengan
keampuananMu.
wallohu'alam
Kami siksa dua kali
kemudian mereka akan
dikembalikan kepada
azab yang besar.(QS. At-
Taubah: 101)
Di ayat ini teramat jelas
bahwa Allah SWT
menyiksa orang zalim itu
dua kali, yaitu pada alam
kubur dalam
kematiannya yaitu
se...telah nyawa dicabut
hingga menjelang hari
kiamat. Dan berikutnya
adalah siksaan setelah
hari kiamat yaitu di
neraka.
Pada asalnya azab kubur
ditimpakan kepada ruh
karena setelah kematian
hukum dilaksanakan
kepada ruh. Sedangkan
jasad jasad yang telah
menjadi bangkai tidak
butuh pengawetan,
makan atau minum,
bahkan dialah yang
dimakan tanah.
Akan tetapi Syaikhul
Islam Ibnu Taimiah
berkata, bahwa
terkadang ruh masih
berhubungan dengan
jasad sehingga keduanya
masih diazab atau disiksa
bersamaan. Menurut
Ahlus sunnah, ada lagi
pendapat lain, bahwa
nikmat dan azab
ditimpakan kepada jasad
tanpa ruh. Dibuktikan
dengan ditemukannya
secara nyata pada kubur-
kubur yang digali adanya
bekas-bekas azab atau
nikmat pada jasad
penghuni kubur tersebut.
Beberapa orang telah
mengabarkan kepada
saya (Syaikh Ibnu
Utsaimin) bahwa di sini,
Unaizah, Saudi Arabia,
ketika sedang
berlangsung penggalian
untuk membuat pagar
batas Negara, dilaluilah
sebuah kuburan. Ketika
kuburan tersebut digali,
di dalamnya ditemukan
sosok mayat yang
jasadnya masih utuh
belum rusak, padahal
kain kafannya telah
hancur dimakan tanah.
Sebagian yang lain
melihat jenggot mayat
tersebut ber-hana
(pewarna rambut) dan
mengeluarkan semerbak
bau seperti misk.
Para pekerja pun
menghentikan
penggalian. Kemudian
mendatangi seorang
ulama untuk menanyakan
tentang hal yang mereka
temui. Ulama tersebut
memerintahkan untuk
tidak mengganggu kubur
tersebut. Jika tetap ingin
menggali, di samping
kanan atau kiri kubur
tersebut.
Atas dasar keadaan
seperti itu para ulama
mengatakan bahwa ruh
terkadang berhubungan
dengan jasad sehingga
azab diberikan kepada
ruh jad jasad. Bisa pula
dengan pemahaman
hadits Nabi Saw
“ Sesungguhnya kubur
akan disempitkan untuk
orang kafir sehingga
berhimpitlah tulang
rusuknya. ” (Musnad
Ahmad III/126)
Hal ini menunjukkan
bahwa azab ditunjukkan
kepada jasad, karena
tulang rusuk terdapat
pada jasad.
Ya Allah ampunilah dia,
rahmatilah dia,
selamatkanlah dia,
maafkanlah dia,
baguskanlah tempat
tinggalnya, luaskanlah
kuburnya, mandikanlah ia
dengan air, salju dan
embun, bersihkanlah ia
dari dosa dan kesalahan
sebagaimana kain putih
dibersihkan dari kotoran.
Jadikanlah rumah yang
lebih baik dari rumahnya,
pasangan yang lebih baik
dari pasangannya,
masukkanlah ia ke dalam
sorga dan lindungilah ia
dari azab kubur dan azab
neraka. Lapangkanlah ia
dalam kuburnya dan
berilah ia cahaya di
dalamnya. (HR. Muslim)
dzab dan nikmat kubur
adalah benar adanya
berdasarkan Al Qur ’an, As
Sunnah dan ‘ijma ahlu
sunnah. Nabi shallahu
‘ alaihi wasallam selalu
memohon perlindungan
kepada Allah dari adzab
kubur dan
memerintahkan umatnya
untuk melakukan hal itu.
Dan hal ini hanya
diingkari oleh orang-
orang Mulhid . Mereka
mengatakan bahwa
seandainya kita
membongkar kuburan
tersebut, maka akan kita
dapati keadaannya
seperti semula.
Banyak hadits-hadits
mutawatir dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam tentang
pembuktian adzab dan
nikmat kubur bagi
mereka yang berhak
mengecapnya. Demikian
juga pertanyaan Munkar
dan Nakir. Semua itu
harus diyakini dan
diimani keberadaannya.
Dan kita tidak boleh
mempertanyakan
bagaimananya. Sebab
akal memang tidak dapat
memahami bentuk
sesungguhnya. Karena
memang tak pernah
mereka alami di dunia ini.
bahwa siksa kubur adalah
siksa di alam Barzakh.
Barangsiapa yang mati,
dan berhak mendapatkan
adzab, ia akan menerima
bagiannya. Baik ia
dikubur maupun tidak.
Meski dimangsa binatang
buas, atau terbakar
hangus hingga menjadi
abu dan bertaburan
dibawa angin; atau
disalib dan tenggelam di
dasar laut. Ruh dan
jasadnya tetap akan
mendapat siksa, sama
seperti orang yang
dikubur. (lihat Tahdzib
Syarh Ath Thahawiyah,
Syaikh Abdul Akhir
Hammad al Ghunaimi)
Bagaimana bentuk
kenikmatan dan siksa
yang akan dirasakan,
tidak perlu kita
bandingkan dengan apa
yang didapat di dunia
sekarang ini. Yang jelas,
kenikmataan dan siksaan
itu merupakan realitas
yang harus kita imani.
Nash-nash Al Qur’an dan
sunah yang dijadikan dalil
adanya pertanyaan
Malaikat Munkar dan
Nakir serta adanya
kenikmatan dan siksa di
alam kubur antara lain
sebagai berikut:
“Allah meneguhkan
orang-orang yang
beriman dengan ucapan
yang teguh dalam
kehidupan di dunia dan di
akhirat... ” (QS.
Ibrahim:27).
Menurut Rasullah saw. al-
qaulu as-tsabit dalam
ayat di atas adalah
kesaksian -bahwa tiada
Tuhan melainkan Allah
dan Muhammada
Rasulullah- yang
diberikan oleh seorang
muslim di dalam kubur
tatkala ditanya oleh
malaikat. (HR. Bukhari
dan Muslim)
“....Dan Fir’aun beserta
kaumnya dikepung oleh
azab yang amat buruk.
Kepada mereka
ditampakkan neraka
pada pagi dan petang.
Pada hari terjadinya
kiamat (dikatakan
kepada malaikat):
‘ Masukkan Fir’aun dan
kaumnya ke dalam azab
yang sangat keras. ”
Dalam ayat di atas, ada
dua azab yang
ditimpakan oleh Allah
kepada Fir ’aun dan
kaumnya. Pertama,
ditampakkan neraka
pada pagi dan petang.
Kedua, dimasukkan ke
dalam azab yang sangat
keras. Jika azab yang
kedua dinyatakan setelah
terjadinya kiamat, tentu
azab yang pertama
terjadi antara kematian
dan kebangkitan, yaitu di
alam kubur.
Rasulullah saw. bersabda,
“ Sesungguhnya jika
seseorang telah
diletakkan di dalam
kuburannya dan
ditinggalkan oleh teman-
temannya, maka ia
mendengar bunyi sandal
mereka, maka saat itu ia
didatangi oleh dua
malaikat yang kemudian
mendudukkannya dan
bertanya: “Bagaimana
pendapatmu tentang ini
(maksudnya Nabi
Muhammad saw )?”
Seorang mukmin akan
menjawab: “Aku bersaksi
bahwa ia adalah hamba
dan utusan Allah. ” Lalu
malaikat itu berkata
kepadanya: “Lihatlah,
tempatmu di neraka sana
sudah diganti oleh Allah
dengan tempat di surga,
kemudian ia melihat
kedua tempat itu.
Adapun orang munafik
dan kafir, ketika ditanya:
“ Bagaimana pendapatmu
tentang orang ini?” ia
menjawab: “Saya tidak
tahu. Saya hanya
mengatakan apa kata
orang saja. ” Lalu
dukatakan kepadanya:
“ Kamu tidak tahu dan
tidak pernah membaca
namanya ?” Lalu ia
dipukul dengan palu besi
hingga menjerit
kesakitan, yang
jeritannya itu didengar
oleh makhluk
disekitanya, kecuali oleh
manusia dan
jin. ” (Muttafaqun ‘alaih)
Menurut Dr. Muhammad
Na ’im Yasin dalam
bukunya Al-Iman, hadits-
hadits shahih yang
menerangkan adanya
azab kubur sangat
banyak dan mencapai
derajat mutawir
(meyakinkan/pasti).
Kesimpulannya, kuburan
adalah tempat jenazah
dikuburkan, sedangkan
alam kubur atau alam
barzah adalah alam atau
kehidupan yang akan
dirasakan oleh setiap
orang yang telah wafat.
Walaupun keberadaan
alam kubur itu tidak bisa
dibuktikan secara
empirik, kita harus yakin
bahwa alam kubur itu
ada.
apa di dalam Quran di
ceritakan bagaimana
cara bersolat? Sebab itu
diutuskan rasul junjungan
besar. Kalau anda
mengambil saja di dalam
Quran maka nya masalah
besar kamu hendak
mengikut syariat. Sudah
di sabda oleh rasul kita
bahawa azab kubur itu
tetap terjadi, jadi biar
apa pun bentuk yang di
seksa tetap penyeksaan
itu ada. Hal2 yang remeh
yang membuat kan kita
lebih memahami apa
hikmat nya sesuatu. Dan
hal yang remeh membuat
kita lebih beriman
kepada ALLAH. (JANGAN
TERPENGARUH DENGAN
AKAL KERANA AKAL ITU
BERGANTUNG KEPADA
ILMU DAN ILMU ITU
SIFATNYA BERLAWANAN
ANTARA SATU SAMA
LAIN. BERSIHKANLAH
HATI NESCAYA KAU AKAN
MERASA HAKIKAT IMAN
DAN AKAL MU AKAN
MENERIMA ILMU YANG
TIADA PERTENTANGAN
DALAM MENGESAKAN
ALLAH)
tapi kalau anda tetap
pada prisip anda silahkan
saja. dan perlu diingat
bahwa jika mau ijtihad
lebih baik anda harus
mmenguasi 1.Bahasa
arab, 2. menguasai Al-
qur'an,3. mengusai
hadist, 4.menguasai usul
fiqih.5. menguasai qias 6.
menguasai ijma'
ulama.wallohu'alam
bissawab
wallohu'alam
24 September jam 8:53 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Abu Hurairah Radi-
Allaho 'anho
meriwayatkan bahawa
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam
bersabda, "Ada satu
surah didalam Al-Quran
yang terdiri daripada tiga
puluh ayat yang akan
mensyafa'ati (memberi
syafa'at) kepada
seseorang (pembacanya)
itu, sehinggalah ianya
diampunkan. Ini adalah
surah Tabarak-al-ladhi."
: Surah al-Mulk juga
dikenali sebagai surah
Tabarak-al-ladhi
Tentang surah Tabarak-
al-ladhi (Al-Mulk) ini ada
satu riwayat yang lain
menyatakan bahawa
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam
bersabda, "Hatiku
menghendaki supaya
surah ini berada didalam
setiap hati orang-orang
yang beriman."
Mengikut satu hadith,
seseorang yang membaca
dua surah iaitu Tabarak-
al-ladhi (Al-Mulk) dan
Alif-Lam-Mim-Sajdah
diantara solat Maghrib
dan Isya adalah
seumpama seseorang
yang berdiri sembahyang
untuk sepanjang malam
Lailat-ul-Qadar (malam
ke27 Ramadhan, dibulan
puasa dan bulan ke 9
didalam kiraan Islam .
Adalah diberitakan juga
bahawa jika seseorang
itu membaca dua surah
ini, tujuh puloh kelebihan
akan diperolehinya dan
tujuh-puluh dosa-dosa
akan dihapuskan.
Mengikut riwayat yang
lain, jika seseorang itu
membaca dua surah ini,
ganjaran pahalanya
adalah menyamai orang
yang berdiri sembahyang
untuk sepanjang malam
'Laila-tul-Qadr'. Ini juga
telah disebutkan didalam
Mazahir.
Tirmidzi rahmat-Ullah
'alaih meriwayatkan
daripada Ibn-e-Abbas
radi-Allaho
'anho;"Sekumpulan
Sahabat telah mendirikan
satu khemah disatu
tempat tanpa
mengetahui bahawa
disitu terdapat sebuah
kubur.Dengan tiba-tiba,
mereka-mereka yang
mendirikan khemah itu
mendengar seorang
sedang membaca surah
Tabarak-al-ladhi (Al-
Mulk).
Merekapun menceritakan
peristiwa itu kepada
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam yang
menerangkan kepada
mereka bahawa surah ini
akan menjaga mereka
daripada azab Allah dan
menjaminkan
keselamatan."
Jabir Radi-Allaho
meriwayatkan bahawa
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam tidak
akan pergi tidur sebelum
ia membaca surah Alif-
Lam-Mim-Sajdah dan
Tabarak-al-ladhi (Al-
Mulk).
Khalid Ibn-e Ma'dan radi-
Allaho 'anho telah
berkata bahawa ia
pernah mendengar satu
riwayat yang
mengatakan hahawa ada
seorang pendosa besar
yang pernah membaca
surah Sajdah tetapi tidak
pernah membaca surah
yang lain-lain. Surah ini
telah mengembangkan
sayapnya diatas orang ini
dan memohon kepada
Allah, "Wahai Pemberi
Rezekiku! orang ini
kerapkali membaca
daku." Dengan syafa'at
dari surah ini diterima
oleh Allah lalu
diperintahkan supaya
setiap dosa yang
dimasukkan didalam
kiraannya digantikan
dengan pahala." Khalid
Ibn-e Ma'dan radi-Allaho
'anho juga telah
meriwayatkan bahawa,
"Surah ini akan merayu
bagi pihak pembacanya
didalam kubur dan
berkata, 'Ya Allah! jikalau
aku ini berada didalam
KitabMu, maka terimalah
syafa'atku, jika tidak
hilangkanlah sahaja daku
ini daripada KitabMu!'.
Surah ini akan muncul
didalam bentuk seekor
burung, mengembangkan
sayapnya keatas rnayat
itu dan menjaganya
daripada siksaan
kubur." la telah
meriwayatkan semua
sekali kelebihan-
kelebihan surah Tabarak-
al-ladhi ini. Ianya sendiri
tidak akan pergi tidur
sehinggalah ia membaca
dua surah ini. Ta'us
rahmat-Ullah 'alaih telah
berkata, "Kedua-dua
surah ini mendatangkan
enam-puluh kelebihan-
kelebihannya yang
mengatasi daripada
segala surah-surah.
Siksaan didalam kubur
bukanlah satu perkara
yang biasa. Setelah
meninggal dunia, tingkat
pertama seseorang itu
mesti lalui ialah kubur.
Apabila Hadrat Uthman
radi-Allaho 'anho berdiri
diatas sebuah kubur, ia
akan menangis dengan
begitu sekali sehinggalah
janggutnya dibasahi air-
matanya. Seseorang telah
bertanya kepadanya
mengapakah ia
menangis begitu rupa jika
disebut kubur daripada
disebutkan Syurga atau
Neraka. Ia menjawab,
"Aku telah mendengar
dari Rasul-Ullah sall-
Allaho 'alaihe wa sallam
bahawa kuburlah tempat
persinggahan yang
pertama untuk menuju
akhirat. Barangsiapa
terselamat daripada
azabnya peristiwa-
peristiwa selanjutnya
akan mudah baginya. Dan
sesiapa yang tidak
selamat daripada azab
didalamnya, kepadanya
peristiwa yang akan
datang kelak menjadikan
lebih sukar sekali. Dan
daku juga mendengar
bahawa tidak ada satu
gambaran yang lebih
menakutkan dan
menggerunkan selain
daripada apa yang ada
didalam kubur. Ya Allah!
selamatkanlah kami
daripada azab ini dengan
keampuananMu.
wallohu'alam
Bag.II -APAKAH SIKSA KUBUR ITU ADA.??
1. Hadits Pertama
Dalam hadits yang
pertama kami sampaikan
tentang azab kubur ini,
haditsnya masih amat
kuat berhubungan
dengan ayat Al-Quran Al-
Kariem. Yaitu firman
Allah SWT dalam Al-
Quran Al-Kariem:
Allah meneguhkan orang-
orang yang beriman
dengan ucapan yang
teguh itu dalam
kehidupan di dunia dan di
akhirat; dan Allah
menyesatkan orang-
orang yang zalim dan
memperbuat apa yang
Dia kehendaki. (QS.
Ibrahim: 27)
Sebuah lafaz dalam ayat
di atas menyebutkan
tentang ‘ucapan yang
tegas’ yang dalam bahasa
Al-Quran Al-Kariem
disebut dengan ’al-
qouluts-tsabit’ dijelaskan
oleh Rasulullah SAW
bahwa itu adalah tentang
pertolongan Allah SWT
ketika seseorang
menghadapi azab
kuburnya.
Dari Al-Barra’ bin Azib
dari Rasulullah SAW
bahwa ketika seorang
mukmin didudukkan di
dalam kuburnya,
didatangilah oleh
malaikat, kemudian dia
bersyahadat tiada tuhan
kecuali Allah SWT dan
bahwa Muhammad
adalah Rasulullah SAW,
maka itulah makna
bahwa Allah meneguhkan
orang-orang yang
beriman dengan ucapan
yang teguh. (HR Bukhari
kitab Janaiz Bab Maa Ja ’a
Fi azabil Qabri hn. 1280)
2. Hadits Kedua
Ada sebuah doa yang
dipanjatkan oleh beliau
dan diriwayatkan dengan
shahih dalam shahih Al-
Bukhari.
Dari Aisyah ra bahwa
Rasulullah SAW berdoa
dalam shalat, ”Ya Allah,
aku berlindung kepadamu
dari azab kubur …(HR
Bukhari kitab azan bab
doa sebelum salam hn.
789)
3. Hadits Ketiga
Dalam kitab shahihnya
itu, Al-Bukhari pun
membuat satu bab khusus
azab kubur.
Dari Aisyah ra bahwa
seorang wanita yahudi
mendatanginya dan
bercerita tentang azab
kubur dan berkata,
” Semoga Allah SWT
melindungimu dari azab
kubur ”. Lalu Aisyah
bertanya kepada
Rasulullah SAW tentang
keberadaan azab kubur
itu. Rasulullah SAW
menjawab, ”Ya, azab
kubur itu ada”. Aisyah ra
berkata, ”Aku tidak
pernah melihat
Rasulullah SAW
melakukan shalat kecuali
beliau berlindung kepada
Allah SWT dari azab
kubur ”. (HR Bukhari kitab
Janaiz Bab Maa Ja’a Fi
azabil Qabri hn. 1283)
4. Hadits Keempat
Dalam kitab shahihnya
itu juga, Al-Bukhari
membuat satu bab khusus
tentang berlindung
kepada Allah SWT dari
azab kubur.
Dari Musa bin ‘Uqbah
berkata bahwa telah
menceritakan kepada
anak wanita Khalid bin
Said bin Al-Ash ra bahwa
dia telah mendengar
Rasulullah SAW
berlindung kepada Allah
SWT dari azab kubur.(HR
Bukhari kitab Janaiz Bab
At-Ta ’awwuz min azabil
Qabri hn. 1287)
5. Hadits Kelima
Dari Aisyah ra bahwa
beliau bertanya kepada
Rasulullah SAW tentang
apakah manusia diazab di
dalam kubur, lalu
Rasulullah SAW
menjawab, ”Aku
berlindung kepada Allah
SWT dari hal itu (azab
kubur). (HR Bukhari kitab
jum ’at bab berlindung
kepada Allah SWT dari
azab kubur ketika
gerhana hn. 991, 996)
Dalam hadits yang
pertama kami sampaikan
tentang azab kubur ini,
haditsnya masih amat
kuat berhubungan
dengan ayat Al-Quran Al-
Kariem. Yaitu firman
Allah SWT dalam Al-
Quran Al-Kariem:
Allah meneguhkan orang-
orang yang beriman
dengan ucapan yang
teguh itu dalam
kehidupan di dunia dan di
akhirat; dan Allah
menyesatkan orang-
orang yang zalim dan
memperbuat apa yang
Dia kehendaki. (QS.
Ibrahim: 27)
Sebuah lafaz dalam ayat
di atas menyebutkan
tentang ‘ucapan yang
tegas’ yang dalam bahasa
Al-Quran Al-Kariem
disebut dengan ’al-
qouluts-tsabit’ dijelaskan
oleh Rasulullah SAW
bahwa itu adalah tentang
pertolongan Allah SWT
ketika seseorang
menghadapi azab
kuburnya.
Dari Al-Barra’ bin Azib
dari Rasulullah SAW
bahwa ketika seorang
mukmin didudukkan di
dalam kuburnya,
didatangilah oleh
malaikat, kemudian dia
bersyahadat tiada tuhan
kecuali Allah SWT dan
bahwa Muhammad
adalah Rasulullah SAW,
maka itulah makna
bahwa Allah meneguhkan
orang-orang yang
beriman dengan ucapan
yang teguh. (HR Bukhari
kitab Janaiz Bab Maa Ja ’a
Fi azabil Qabri hn. 1280)
2. Hadits Kedua
Ada sebuah doa yang
dipanjatkan oleh beliau
dan diriwayatkan dengan
shahih dalam shahih Al-
Bukhari.
Dari Aisyah ra bahwa
Rasulullah SAW berdoa
dalam shalat, ”Ya Allah,
aku berlindung kepadamu
dari azab kubur …(HR
Bukhari kitab azan bab
doa sebelum salam hn.
789)
3. Hadits Ketiga
Dalam kitab shahihnya
itu, Al-Bukhari pun
membuat satu bab khusus
azab kubur.
Dari Aisyah ra bahwa
seorang wanita yahudi
mendatanginya dan
bercerita tentang azab
kubur dan berkata,
” Semoga Allah SWT
melindungimu dari azab
kubur ”. Lalu Aisyah
bertanya kepada
Rasulullah SAW tentang
keberadaan azab kubur
itu. Rasulullah SAW
menjawab, ”Ya, azab
kubur itu ada”. Aisyah ra
berkata, ”Aku tidak
pernah melihat
Rasulullah SAW
melakukan shalat kecuali
beliau berlindung kepada
Allah SWT dari azab
kubur ”. (HR Bukhari kitab
Janaiz Bab Maa Ja’a Fi
azabil Qabri hn. 1283)
4. Hadits Keempat
Dalam kitab shahihnya
itu juga, Al-Bukhari
membuat satu bab khusus
tentang berlindung
kepada Allah SWT dari
azab kubur.
Dari Musa bin ‘Uqbah
berkata bahwa telah
menceritakan kepada
anak wanita Khalid bin
Said bin Al-Ash ra bahwa
dia telah mendengar
Rasulullah SAW
berlindung kepada Allah
SWT dari azab kubur.(HR
Bukhari kitab Janaiz Bab
At-Ta ’awwuz min azabil
Qabri hn. 1287)
5. Hadits Kelima
Dari Aisyah ra bahwa
beliau bertanya kepada
Rasulullah SAW tentang
apakah manusia diazab di
dalam kubur, lalu
Rasulullah SAW
menjawab, ”Aku
berlindung kepada Allah
SWT dari hal itu (azab
kubur). (HR Bukhari kitab
jum ’at bab berlindung
kepada Allah SWT dari
azab kubur ketika
gerhana hn. 991, 996)
Bag.I -APAKAH SIKSA KUBUR ITU ADA.??
" Kebenaran itu
adalah dari Tuhanmu,
sebab itu jangan sekali-
kali kamu termasuk
orang-orang yang
ragu" (QS 2:147)
azab kubur ada. sesuai
dengan hadis rosul dan
shohih dan bayank lagi
hadist lainnya. kalau
anda berpikir tidak sesuai
dengan alqur'an seperti
ayat.Mereka berkata,
"Aduh celakalah kami!
Siapakah yang
membangkitkan kami
dari tempat tidur kami
(kubur)?" Inilah yang
dijanjikan (Tuhan) Yang
Maha Pemurah dan
benarlah Rasul-rasul
(Nya).(QS. Yaasiin: 52)
Membaca sekilas
terjemahan ayat ini
memang bisa saja
membuat kita jadi tidak
percaya adanya siksa
kubur. Sebab ayat ini
menggambarkan bahwa
orang di dalam kubur itu
sedang tertidur. Lalu
tiba-tiba dibangunkan,
sehingga seolah-olah
tidak ada siksa kubur. P
adahal seharusnya, kalau
kita ada masalah dengan
penafsiran suatu ayat,
sebaiknya kita buka kitab
tafsir. Ambillah yang
sederhana, misalnya
kitab tafsir Ibnu Katsir.
Tafsir Ibnu Katsir: Tafsir
Al-Quran Al-Adzhim
Kita menemukan surat
Yasin dalam kitab tafsir
ini berada pada jilid 11.
Sedangkan ayat 52
terletak pada halaman
368. Di sana disebutkan
oleh penulisnya, Ibnu
Katsir, bahwa meski ada
keterangan bahwa orang
di alam kubur dalam
keadaan tidur lalu
dibangunkan, tidak
berarti bahwa siksa
kubur itu tidak ada.
Sebab dibandingkan
dengan dashyatnya adzab
neraka betulan, adzab
kubur itu jauh masih lebih
ringan. Sehingga hanya
seperti orang lagi tidur
saja. Dijelaskan di kitab
tersebut bahwa setelah
disiksa di alam kubur dan
sebelum dibangkitkan di
hari kiamat, orang-orang
akan ditidurkan sejenak.
Hal itu sebagaimana
disebutkan oleh Ubay bin
Ka'ab, Qatadah, Mujahid
dan Al-Hasan.
Tafsir Ad-dur Al-Mantsur
Kalau kita masih kurang
yakin dengan penjelasan
Ibnu katsir, mari kita
buka koleksi kitab kita
yang lain. Misalnya kita
bukan kitab Tafsir Ad-dur
Al-Mantsur. Dalam kitab
ini disebutkan bahwa Al-
Anbari menyebutkan dari
Ubay bin Kaab bahwa
orang-orang di dalam
kubur akan ditidurkan
sejenak sebelum
dibangkitkan lagi di hari
kiamat. Tidur itu hanya
sejenak sebagai istirahat
setelah mereka disiksa di
alam kubur. Sebelum
dibangkitkan di hari
kiamat, ada jeda
sebentar bagi mereka
yaitu ditidurkan sejenak.
Nah, lagi enak-enaknya
tidur, tiba-tiba mereka
dibangunkan kembali
untuk dibangkitkan, yaitu
kebangkitan kembali di
hari kiamat. Silahkan
periksa di kitab Ad-dur
Al-Mantsur jilid 12
halaman 359. Kemudian
juga ada penjelasan dari
para ulama tafsri lain
seperti Al-Firyabi, Abdu
Ibnu Humaid, Ibnu Jarir,
Ibnul Munzir, dan Ibnu Abi
Hatim. Mereka semua
mengemukakan juga
bahwa manusia di alam
kubur setelah disiksa,
akan ditidurkan sebentar
sebelum hari berbangkit
tiba.
Ketika dibangkitkan lagi
dari tidur sejenak mereka
itulah orang-orang kafir
protes, sebab lagi enak
tidur, tiba-tiba
dibangunkan untuk
kembali di adzab, namun
kali ini dengan adzab
yang lebih pedih, lebih
keras dan lebih
menyakitkan.
Mujahid berkata bahwa
bagi orang yang beriman,
mereka pun juga akan
pengalami peniduran
sejenak sebelum nanti
dibangkitkan di hari
kiamat. Namun karena
mereka mendapati
kenikmatan mereka akan
bertambah, maka
jawaban mereka lain dari
jawaban orang kafir.
Jawaban orang yang
beriman ketika
dibangunkan kembali
adalah jawaban penuh
kemenangan.
Inilah yang dijanjikan
(Tuhan) Yang Maha
Pemurah dan benarlah
Rasul-rasul (Nya).
Tafsir Ruhul Ma'ani: Al-
Alusy
Bagaimana? Masih
penasaran dan kurang
yakin? Tidak apa-apa.
Mari kita buka lagi kitab
tafsir yang lainnya. Kali
ini kita buka kitab Tafsir
Ruhul Ma'ani karya Al-
Alusy.
Dalam kitab tafsir ini ada
tambahan sedikit selain
keterangan seperti yang
di atas dari Ibnu Abbas.
Beliau mengatakan
bahwa Allah SWT
mengangkat adzab kubur
sejenak di antara dua
tiupan, sehingga orang-
orang yang ladi disiksa
tertidur kelelahan.
Ketika tiupan kedua
terjadi, maka bangunlah
mereka dan melihat
bahwa adzab neraka jauh
lebih dahsyat lagi.
Sehingga berkomentarlah
mereka seperti yang ada
di dalam ayat ini.
Dalil-dalil Siksa Kubur
Adalah Dalil Yang Qath'i
Sebenarnya adanya azab
kubur itu sesuatu yang
sudah qath ’i dan pasti
sifatnya. Tidak perlu
dipermasalahkan lagi
Dalam banyak ayat Al-
Quran Al-Kariem dan juga
tentunya hadits
Rasulullah SAW, kita
mendapatkan bahwa dalil
yang jelas dan qath ’i.
Demikian juga Rasulullah
SAW menyebut-nyebut
azab kubur secara tegas,
jelas dan terang.
Bagaimana mungkin
kemudian
mengingkarinya semata-
mata mengambil
pengertian kedua dari
ayat-ayat Al-Quran Al-
Kariem?
A. Ayat-ayat Quran
1. Ayat Pertama
Allah SWT telah
berfirman di dalam Al-
Quran Al-Kariem tentang
adanya azab kubur.
… Alangkah dahsyatnya
sekiranya kamu melihat
di waktu orang-orang
yang zalim berada dalam
tekanan sakratul maut,
sedang para malaikat
memukul dengan
tangannya, ,
"Keluarkanlah nyawamu"
Di hari ini kamu dibalas
dengan siksa yang sangat
menghinakan, karena
kamu selalu mengatakan
terhadap Allah yang tidak
benar dan kamu selalu
menyombongkan diri
terhadap ayat-ayatNya.
(QS. Al-Anam: 93)
2. Ayat Kedua
…Nanti mereka akan
Kami siksa dua kali
kemudian mereka akan
dikembalikan kepada
azab yang besar.(QS. At-
Taubah: 101)
Di ayat ini teramat jelas
bahwa Allah SWT
menyiksa orang zalim itu
dua kali, yaitu pada alam
kubur dalam
kematiannya yaitu
setelah nyawa dicabut
hingga menjelang hari
kiamat. Dan berikutnya
adalah siksaan setelah
hari kiamat yaitu di
neraka.
3. Ayat Ketiga
Demikian juga yang Allah
SWT lakukan kepada
Fir ’aun yang zalim,
sombong dan menjadikan
dirinya tuhan selain Allah
SWT. Allah SWT
mengazabnya dua kali,
yaitu di alam kuburnya
dan di akhirat nanti. Di
alam kuburnya dengan
dinampakkan kepadanya
neraka pada pagi dan
petang. Ini merupakan
siksaan sebelum dia
benar-benar dijebloskan
ke dalamnya dan
terjadinya pada alam
kuburnya.
Kepada mereka
dinampakkan neraka
pada pagi dan petang,
dan pada hari terjadinya
Kiamat., "Masukkanlah
Fir'aun dan kaumnya ke
dalam azab yang sangat
keras." (QS. Al-Mu ’min:
46)
4. Ayat Keempat
Ayat ini lalu dikuatkan
juga dengan ayat lainnya
yang juga menyebutkan
ada dua kali kematian,
yaitu kematian dari hidup
di dunia ini dan kematian
setelah alam kubur.
Mereka menjawab, "Ya
Tuhan kami Engkau telah
mematikan kami dua kali
dan telah menghidupkan
kami dua kali, lalu kami
mengakui dosa-dosa
kami. Maka adakah
sesuatu jalan untuk
keluar?"(QS. Al-Mu ’min:
11)
B. Dalil Hadits Shahih
Selain ayat-ayat Al-Quran
Al-Kariem, hadits-hadits
shahih pun secara jelas
menyebutkan adanya
azab qubur. Sehingga
tidak mungkin bisa
ditolak lagi kewajiban
kita untuk meyakini
keberadaan azab kubur
itu, sebab bila sudah Al-
Quran Al-Kariem dan
hadits shahih yang
menyatakannya, maka
argumentasi apa lagi
yang akan kita
sampaikan?
Maka mereka pun
mengeluh, Aduh
celakalah kami! Siapakah
yang membangkitkan
kami dari tempat tidur
kami (kubur)?
adalah dari Tuhanmu,
sebab itu jangan sekali-
kali kamu termasuk
orang-orang yang
ragu" (QS 2:147)
azab kubur ada. sesuai
dengan hadis rosul dan
shohih dan bayank lagi
hadist lainnya. kalau
anda berpikir tidak sesuai
dengan alqur'an seperti
ayat.Mereka berkata,
"Aduh celakalah kami!
Siapakah yang
membangkitkan kami
dari tempat tidur kami
(kubur)?" Inilah yang
dijanjikan (Tuhan) Yang
Maha Pemurah dan
benarlah Rasul-rasul
(Nya).(QS. Yaasiin: 52)
Membaca sekilas
terjemahan ayat ini
memang bisa saja
membuat kita jadi tidak
percaya adanya siksa
kubur. Sebab ayat ini
menggambarkan bahwa
orang di dalam kubur itu
sedang tertidur. Lalu
tiba-tiba dibangunkan,
sehingga seolah-olah
tidak ada siksa kubur. P
adahal seharusnya, kalau
kita ada masalah dengan
penafsiran suatu ayat,
sebaiknya kita buka kitab
tafsir. Ambillah yang
sederhana, misalnya
kitab tafsir Ibnu Katsir.
Tafsir Ibnu Katsir: Tafsir
Al-Quran Al-Adzhim
Kita menemukan surat
Yasin dalam kitab tafsir
ini berada pada jilid 11.
Sedangkan ayat 52
terletak pada halaman
368. Di sana disebutkan
oleh penulisnya, Ibnu
Katsir, bahwa meski ada
keterangan bahwa orang
di alam kubur dalam
keadaan tidur lalu
dibangunkan, tidak
berarti bahwa siksa
kubur itu tidak ada.
Sebab dibandingkan
dengan dashyatnya adzab
neraka betulan, adzab
kubur itu jauh masih lebih
ringan. Sehingga hanya
seperti orang lagi tidur
saja. Dijelaskan di kitab
tersebut bahwa setelah
disiksa di alam kubur dan
sebelum dibangkitkan di
hari kiamat, orang-orang
akan ditidurkan sejenak.
Hal itu sebagaimana
disebutkan oleh Ubay bin
Ka'ab, Qatadah, Mujahid
dan Al-Hasan.
Tafsir Ad-dur Al-Mantsur
Kalau kita masih kurang
yakin dengan penjelasan
Ibnu katsir, mari kita
buka koleksi kitab kita
yang lain. Misalnya kita
bukan kitab Tafsir Ad-dur
Al-Mantsur. Dalam kitab
ini disebutkan bahwa Al-
Anbari menyebutkan dari
Ubay bin Kaab bahwa
orang-orang di dalam
kubur akan ditidurkan
sejenak sebelum
dibangkitkan lagi di hari
kiamat. Tidur itu hanya
sejenak sebagai istirahat
setelah mereka disiksa di
alam kubur. Sebelum
dibangkitkan di hari
kiamat, ada jeda
sebentar bagi mereka
yaitu ditidurkan sejenak.
Nah, lagi enak-enaknya
tidur, tiba-tiba mereka
dibangunkan kembali
untuk dibangkitkan, yaitu
kebangkitan kembali di
hari kiamat. Silahkan
periksa di kitab Ad-dur
Al-Mantsur jilid 12
halaman 359. Kemudian
juga ada penjelasan dari
para ulama tafsri lain
seperti Al-Firyabi, Abdu
Ibnu Humaid, Ibnu Jarir,
Ibnul Munzir, dan Ibnu Abi
Hatim. Mereka semua
mengemukakan juga
bahwa manusia di alam
kubur setelah disiksa,
akan ditidurkan sebentar
sebelum hari berbangkit
tiba.
Ketika dibangkitkan lagi
dari tidur sejenak mereka
itulah orang-orang kafir
protes, sebab lagi enak
tidur, tiba-tiba
dibangunkan untuk
kembali di adzab, namun
kali ini dengan adzab
yang lebih pedih, lebih
keras dan lebih
menyakitkan.
Mujahid berkata bahwa
bagi orang yang beriman,
mereka pun juga akan
pengalami peniduran
sejenak sebelum nanti
dibangkitkan di hari
kiamat. Namun karena
mereka mendapati
kenikmatan mereka akan
bertambah, maka
jawaban mereka lain dari
jawaban orang kafir.
Jawaban orang yang
beriman ketika
dibangunkan kembali
adalah jawaban penuh
kemenangan.
Inilah yang dijanjikan
(Tuhan) Yang Maha
Pemurah dan benarlah
Rasul-rasul (Nya).
Tafsir Ruhul Ma'ani: Al-
Alusy
Bagaimana? Masih
penasaran dan kurang
yakin? Tidak apa-apa.
Mari kita buka lagi kitab
tafsir yang lainnya. Kali
ini kita buka kitab Tafsir
Ruhul Ma'ani karya Al-
Alusy.
Dalam kitab tafsir ini ada
tambahan sedikit selain
keterangan seperti yang
di atas dari Ibnu Abbas.
Beliau mengatakan
bahwa Allah SWT
mengangkat adzab kubur
sejenak di antara dua
tiupan, sehingga orang-
orang yang ladi disiksa
tertidur kelelahan.
Ketika tiupan kedua
terjadi, maka bangunlah
mereka dan melihat
bahwa adzab neraka jauh
lebih dahsyat lagi.
Sehingga berkomentarlah
mereka seperti yang ada
di dalam ayat ini.
Dalil-dalil Siksa Kubur
Adalah Dalil Yang Qath'i
Sebenarnya adanya azab
kubur itu sesuatu yang
sudah qath ’i dan pasti
sifatnya. Tidak perlu
dipermasalahkan lagi
Dalam banyak ayat Al-
Quran Al-Kariem dan juga
tentunya hadits
Rasulullah SAW, kita
mendapatkan bahwa dalil
yang jelas dan qath ’i.
Demikian juga Rasulullah
SAW menyebut-nyebut
azab kubur secara tegas,
jelas dan terang.
Bagaimana mungkin
kemudian
mengingkarinya semata-
mata mengambil
pengertian kedua dari
ayat-ayat Al-Quran Al-
Kariem?
A. Ayat-ayat Quran
1. Ayat Pertama
Allah SWT telah
berfirman di dalam Al-
Quran Al-Kariem tentang
adanya azab kubur.
… Alangkah dahsyatnya
sekiranya kamu melihat
di waktu orang-orang
yang zalim berada dalam
tekanan sakratul maut,
sedang para malaikat
memukul dengan
tangannya, ,
"Keluarkanlah nyawamu"
Di hari ini kamu dibalas
dengan siksa yang sangat
menghinakan, karena
kamu selalu mengatakan
terhadap Allah yang tidak
benar dan kamu selalu
menyombongkan diri
terhadap ayat-ayatNya.
(QS. Al-Anam: 93)
2. Ayat Kedua
…Nanti mereka akan
Kami siksa dua kali
kemudian mereka akan
dikembalikan kepada
azab yang besar.(QS. At-
Taubah: 101)
Di ayat ini teramat jelas
bahwa Allah SWT
menyiksa orang zalim itu
dua kali, yaitu pada alam
kubur dalam
kematiannya yaitu
setelah nyawa dicabut
hingga menjelang hari
kiamat. Dan berikutnya
adalah siksaan setelah
hari kiamat yaitu di
neraka.
3. Ayat Ketiga
Demikian juga yang Allah
SWT lakukan kepada
Fir ’aun yang zalim,
sombong dan menjadikan
dirinya tuhan selain Allah
SWT. Allah SWT
mengazabnya dua kali,
yaitu di alam kuburnya
dan di akhirat nanti. Di
alam kuburnya dengan
dinampakkan kepadanya
neraka pada pagi dan
petang. Ini merupakan
siksaan sebelum dia
benar-benar dijebloskan
ke dalamnya dan
terjadinya pada alam
kuburnya.
Kepada mereka
dinampakkan neraka
pada pagi dan petang,
dan pada hari terjadinya
Kiamat., "Masukkanlah
Fir'aun dan kaumnya ke
dalam azab yang sangat
keras." (QS. Al-Mu ’min:
46)
4. Ayat Keempat
Ayat ini lalu dikuatkan
juga dengan ayat lainnya
yang juga menyebutkan
ada dua kali kematian,
yaitu kematian dari hidup
di dunia ini dan kematian
setelah alam kubur.
Mereka menjawab, "Ya
Tuhan kami Engkau telah
mematikan kami dua kali
dan telah menghidupkan
kami dua kali, lalu kami
mengakui dosa-dosa
kami. Maka adakah
sesuatu jalan untuk
keluar?"(QS. Al-Mu ’min:
11)
B. Dalil Hadits Shahih
Selain ayat-ayat Al-Quran
Al-Kariem, hadits-hadits
shahih pun secara jelas
menyebutkan adanya
azab qubur. Sehingga
tidak mungkin bisa
ditolak lagi kewajiban
kita untuk meyakini
keberadaan azab kubur
itu, sebab bila sudah Al-
Quran Al-Kariem dan
hadits shahih yang
menyatakannya, maka
argumentasi apa lagi
yang akan kita
sampaikan?
Maka mereka pun
mengeluh, Aduh
celakalah kami! Siapakah
yang membangkitkan
kami dari tempat tidur
kami (kubur)?
APAKAH ORANG MU'MIN AKAN MASUK NERAKA DULU SEBELUM MASUK SURA.??
Assalamu'alaikum
wr. wb,,
Sya mau tanya pak. .
1. Apakah benar SEMUA
umat islam PASTI msuk
neraka dlu sblum msuk
surga??
.
2. Knpa ALLAH m'sunahkn
kpd qT utk puasa
10MUHARAM,, dan
pahala yg akn qT dpat ap
pak??
Trima kasih..
25 September jam 6:30 · Suka
Denz Imannizer Lpiazon
menyukai ini.
Tanya Jawab Masalah
Islam waalaikum
salam,wr,wb.
Dari Abu Hurairah r.a ia
berkata: Bahwa Nabi
sholallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
Sebagian dari umatku
yaitu sejumlah tujuh
puluh ribu orang akan
dimasukkan ke Syurga
tanpa dihisab. lalu
seorang lelaki berkata:
Wahai Rasulullah,
doakanlah kepada Allah
supaya aku tergolong
dari kalangan mereka.
Rasulullah pun berdoa: Ya
Allah, masukkanlah dia
ke dalam golongan
mereka itu. Kemudian
bangun pula seorang dari
golongan Ansar lagi lalu
berkata: Wahai
Rasulullah doakanlah
kepada Allah supaya aku
tergolong dari kalangan
mereka. Rasulullah
bersabda: Ukkasyah telah
mendahului kamu. (HR
Bukhori pada Kitab
Pakaian No 5364, Muslim
pada Kitab Iman No. 137)
Dari Sahl bin Saad r.a ia
berkata: Rasulullah
sholallahu ‘alaihi wa
sallam telah bersabda:
Tujuh-puluh ribu orang
atau tujuh ratus ribu. Abu
Hazim tidak tahu dengan
tepat orang yang akan
memasuki Syurga dari
umat Nabi Muhammad
s.a.w. Sahl bin Saad
menceritakan lagi bahwa
mereka masuk ke Syurga
dalam keadaan
berpegangan antara satu
sama lain. Orang yang
pertama tidak akan
masuk sehingga orang
yang terakhir dari
mereka memasukinya.
Wajah mereka
diibaratkan seperti bulan
purnama (HR Bukhori
pada Kitab Permulaan
Kejadian No. 3008 dan
Muslim pada Kitab Iman
No. 322)
Neraka adalah tempat
penyiksaan bagi mahluk
Allah yang
membangkang. Mereka
adalah orang-orang yang
membangkang terhadap
syariat Allah dan
mengingkari Rasulullah
saw.
Kata neraka sering
disebutkan dalam kitab
suci Al-Qur'an dan
jumlahnya sangat banyak
sekali. Dalam bahasa
Arab disebut naar رانلا
(ar)* (an-nār).
Siapapun orang yang
dimasukkan ke dalam
neraka, dia tidak akan
keluar darinya. Pintu
neraka berdiri kokoh dan
tertutup rapat. Itulah
penjara bagi orang-orang
yang menganggap remeh
berita tentang
pengadilan akhirat.
Ada juga orang-orang
yang terakhir kali masuk
surga, setelah mereka di
siksa sesuai dengan dosa-
dosanya yang telah
mereka perbuat.
Didalam Al-Qur'an
disebutkan bahan bakar
neraka adalah dari
manusia dan batu (ada
yang mengartikan
berhala). Pintu gerbang
Neraka di pimpin oleh
Malaikat Malik, yang
memiliki 19 malaikat
penyiksa didalam Neraka,
salah satunya yang
disebut namanya dalam
Al-Qur'an adalah
Zabaniah.
jadi tidak semua orang
muslim masuk neraka,
Masyarakat Jahiliyah
sebelumnya juga
berpuasa. Puasa
Muharram tadinya
hukumnya wajib,
kemudian berubah jadi
sunnah setelah turun
kewajiban puasa
Ramadhan. Rasulullah
SAW bersabda: “Dari Ibu
Abbas ra, bahwa Nabi
SAW, ketika datang
keMadinah,
mendapatkan orang
Yahudi berpuasa satu
hari, yaitu ‘Asyuraa (10
Muharram). Mereka
berkata, “Ini adalah hari
yang agung yaitu hari
Allah menyelamatkan
Musa dan
menenggelamkan
keluarga Firaun. Maka
Nabi Musa as berpuasa
sebagai bukti syukur
kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW, berkata,
“ Saya lebih berhak
mengikuti Musa as.
Daripada mereka. ” Maka
beliau berpuasa dan
memerintahkan
(umatnya) untuk
berpuasa ”. (HR. Bukhari)
1. Berpuasa tiga hari,
sehari sebelumnya dan
sehari sesudahnya, yaitu
puasa tanggal 9,10 dan 11
Muharram.
2. Berpuasa pada hari itu
dan satu hari sesudah
atau sebelumnya, yaitu
puasa tanggal 9 dan 10,
atau 10 dan 11
Muharram.
3. Puasa pada tanggal 10
saja, hal ini karena ketika
Rasulullah SAW
memerintahkan untuk
puasa pada hari ‘Asyura
para sahabat berkata:
“ Itu adalah hari yang
diagungkan oleh orang-
orang Yahudi dan
Nasrani, beliau bersabda:
“ Jika datang tahun depan
insya Allah kita akan
berpuasa hari
kesembilan, akan tetapi
beliau meninggal pada
tahun tersebut. ” (HR.
Muslim)
Landasan puasa pada
tanggal 11 Muharram
didasarkan pada
keumuman dalil
keutamaan berpuasa
pada bulan Muharram. Di
samping itu sebagai
bentuk kehati-hatian jika
terjadi kesalahan dalam
penghitungan awal
Muharram.
Selain berpuasa, umat
Islam disarankan untuk
banyak bersedekah dan
menyediakan lebih
banyak makanan untuk
keluarganya pada 10
Muharram. Tradisi ini
memang tidak disebutkan
dalam hadits, namun
ulama seperti Baihaqi dan
Ibnu Hibban menyatakan
bahwa hal itu baik untuk
dilakukan.
Demikian juga sebagian
umat Islam menjadikan
bulan Muharram sebagai
bulan anak yatim.
Menyantuni dan
memelihara anak yatim
adalah sesuatu yang
sangat mulia dan dapat
dilakukan kapan saja.
Dan tidak ada landasan
yang kuat mengaitkan
menyayangi dan
menyantuni anak yatim
hanya pada bulan
Muhaaram.
Bulan Muharram adalah
bulan pertama dalam
sistem kalender Islam.
Oleh karena itu salah
satu momentum yang
sangat penting bagi umat
Islam yaitu menjadikan
pergantian tahun baru
Islam sebagai sarana
umat Islam untuk
bermuhasabah terhadap
langkah- langkah yang
telah dilakukan dan
rencana ke depan yang
lebih baik lagi.
Momentum perubahan
dan perbaikan menuju
kebangkitan Islam sesuai
dengan jiwa hijrah
Rasulullah SAW dan
sahabatnya dari Mekkah
ke Madinah. Dari Abu
Qatada ra.
Rasulullah ditanya
tentang puasa hari
‘ Asyura, beliau bersabda:
“Saya berharap ia bisa
menghapuskan dosa-dosa
satu tahun yang telah
lewat. ” (HR. Muslim)
wr. wb,,
Sya mau tanya pak. .
1. Apakah benar SEMUA
umat islam PASTI msuk
neraka dlu sblum msuk
surga??
.
2. Knpa ALLAH m'sunahkn
kpd qT utk puasa
10MUHARAM,, dan
pahala yg akn qT dpat ap
pak??
Trima kasih..
25 September jam 6:30 · Suka
Denz Imannizer Lpiazon
menyukai ini.
Tanya Jawab Masalah
Islam waalaikum
salam,wr,wb.
Dari Abu Hurairah r.a ia
berkata: Bahwa Nabi
sholallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
Sebagian dari umatku
yaitu sejumlah tujuh
puluh ribu orang akan
dimasukkan ke Syurga
tanpa dihisab. lalu
seorang lelaki berkata:
Wahai Rasulullah,
doakanlah kepada Allah
supaya aku tergolong
dari kalangan mereka.
Rasulullah pun berdoa: Ya
Allah, masukkanlah dia
ke dalam golongan
mereka itu. Kemudian
bangun pula seorang dari
golongan Ansar lagi lalu
berkata: Wahai
Rasulullah doakanlah
kepada Allah supaya aku
tergolong dari kalangan
mereka. Rasulullah
bersabda: Ukkasyah telah
mendahului kamu. (HR
Bukhori pada Kitab
Pakaian No 5364, Muslim
pada Kitab Iman No. 137)
Dari Sahl bin Saad r.a ia
berkata: Rasulullah
sholallahu ‘alaihi wa
sallam telah bersabda:
Tujuh-puluh ribu orang
atau tujuh ratus ribu. Abu
Hazim tidak tahu dengan
tepat orang yang akan
memasuki Syurga dari
umat Nabi Muhammad
s.a.w. Sahl bin Saad
menceritakan lagi bahwa
mereka masuk ke Syurga
dalam keadaan
berpegangan antara satu
sama lain. Orang yang
pertama tidak akan
masuk sehingga orang
yang terakhir dari
mereka memasukinya.
Wajah mereka
diibaratkan seperti bulan
purnama (HR Bukhori
pada Kitab Permulaan
Kejadian No. 3008 dan
Muslim pada Kitab Iman
No. 322)
Neraka adalah tempat
penyiksaan bagi mahluk
Allah yang
membangkang. Mereka
adalah orang-orang yang
membangkang terhadap
syariat Allah dan
mengingkari Rasulullah
saw.
Kata neraka sering
disebutkan dalam kitab
suci Al-Qur'an dan
jumlahnya sangat banyak
sekali. Dalam bahasa
Arab disebut naar رانلا
(ar)* (an-nār).
Siapapun orang yang
dimasukkan ke dalam
neraka, dia tidak akan
keluar darinya. Pintu
neraka berdiri kokoh dan
tertutup rapat. Itulah
penjara bagi orang-orang
yang menganggap remeh
berita tentang
pengadilan akhirat.
Ada juga orang-orang
yang terakhir kali masuk
surga, setelah mereka di
siksa sesuai dengan dosa-
dosanya yang telah
mereka perbuat.
Didalam Al-Qur'an
disebutkan bahan bakar
neraka adalah dari
manusia dan batu (ada
yang mengartikan
berhala). Pintu gerbang
Neraka di pimpin oleh
Malaikat Malik, yang
memiliki 19 malaikat
penyiksa didalam Neraka,
salah satunya yang
disebut namanya dalam
Al-Qur'an adalah
Zabaniah.
jadi tidak semua orang
muslim masuk neraka,
Masyarakat Jahiliyah
sebelumnya juga
berpuasa. Puasa
Muharram tadinya
hukumnya wajib,
kemudian berubah jadi
sunnah setelah turun
kewajiban puasa
Ramadhan. Rasulullah
SAW bersabda: “Dari Ibu
Abbas ra, bahwa Nabi
SAW, ketika datang
keMadinah,
mendapatkan orang
Yahudi berpuasa satu
hari, yaitu ‘Asyuraa (10
Muharram). Mereka
berkata, “Ini adalah hari
yang agung yaitu hari
Allah menyelamatkan
Musa dan
menenggelamkan
keluarga Firaun. Maka
Nabi Musa as berpuasa
sebagai bukti syukur
kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW, berkata,
“ Saya lebih berhak
mengikuti Musa as.
Daripada mereka. ” Maka
beliau berpuasa dan
memerintahkan
(umatnya) untuk
berpuasa ”. (HR. Bukhari)
1. Berpuasa tiga hari,
sehari sebelumnya dan
sehari sesudahnya, yaitu
puasa tanggal 9,10 dan 11
Muharram.
2. Berpuasa pada hari itu
dan satu hari sesudah
atau sebelumnya, yaitu
puasa tanggal 9 dan 10,
atau 10 dan 11
Muharram.
3. Puasa pada tanggal 10
saja, hal ini karena ketika
Rasulullah SAW
memerintahkan untuk
puasa pada hari ‘Asyura
para sahabat berkata:
“ Itu adalah hari yang
diagungkan oleh orang-
orang Yahudi dan
Nasrani, beliau bersabda:
“ Jika datang tahun depan
insya Allah kita akan
berpuasa hari
kesembilan, akan tetapi
beliau meninggal pada
tahun tersebut. ” (HR.
Muslim)
Landasan puasa pada
tanggal 11 Muharram
didasarkan pada
keumuman dalil
keutamaan berpuasa
pada bulan Muharram. Di
samping itu sebagai
bentuk kehati-hatian jika
terjadi kesalahan dalam
penghitungan awal
Muharram.
Selain berpuasa, umat
Islam disarankan untuk
banyak bersedekah dan
menyediakan lebih
banyak makanan untuk
keluarganya pada 10
Muharram. Tradisi ini
memang tidak disebutkan
dalam hadits, namun
ulama seperti Baihaqi dan
Ibnu Hibban menyatakan
bahwa hal itu baik untuk
dilakukan.
Demikian juga sebagian
umat Islam menjadikan
bulan Muharram sebagai
bulan anak yatim.
Menyantuni dan
memelihara anak yatim
adalah sesuatu yang
sangat mulia dan dapat
dilakukan kapan saja.
Dan tidak ada landasan
yang kuat mengaitkan
menyayangi dan
menyantuni anak yatim
hanya pada bulan
Muhaaram.
Bulan Muharram adalah
bulan pertama dalam
sistem kalender Islam.
Oleh karena itu salah
satu momentum yang
sangat penting bagi umat
Islam yaitu menjadikan
pergantian tahun baru
Islam sebagai sarana
umat Islam untuk
bermuhasabah terhadap
langkah- langkah yang
telah dilakukan dan
rencana ke depan yang
lebih baik lagi.
Momentum perubahan
dan perbaikan menuju
kebangkitan Islam sesuai
dengan jiwa hijrah
Rasulullah SAW dan
sahabatnya dari Mekkah
ke Madinah. Dari Abu
Qatada ra.
Rasulullah ditanya
tentang puasa hari
‘ Asyura, beliau bersabda:
“Saya berharap ia bisa
menghapuskan dosa-dosa
satu tahun yang telah
lewat. ” (HR. Muslim)
Langganan:
Komentar (Atom)