Senin, 27 Desember 2010

MATI KENA BENCANA APAKAH SYAHID.??

tentang syahidnya orang-
orang yang meninggal
karena bencana memang
didasarkan pada hadits
yang shahih. Paling tidak,
di dalam kitab tershahih
kedua di muka bumi
setelah Al-Quran, Al-
Bukhari meriwayatkan
hal itu dari mulut
manusia utusan Allah
SWT.:
Dari Abi Hurairah ra.
bahwa Rasulullah SAW
bersabda, Syuhada ’ ada
lima. Wafat karena
wabah, wafat karena
penyakit di perut, wafat
karena tenggelam, wafat
karena tertindih/
tertimpa bangunan,
wafat karena perang di
jalan Allah.
Para ulama memberi
komentar atas hadits ini
bahwa mereka yang
wafat oleh sebab-sebab
di atas, akan
mendapatkan balasan
yang sama dengan orang-
orang yang berjihad dan
wafat di jalan Allah di
akhirat.
Namun demikian, proses
pengurusan kematiannya
tetap berbeda dengan
mereka yang mati syahid
dalam keadaan perang
membela agama Allah
SWT.
Di antara perbedaannya
adalah bhwa mereka
yang mati syahid bukan
karena perang, tetap
wajib dimandikan dan
dikafani. Sedangkan yang
mati syahid karena
perang, tidak perlu
dimandikan dan juga
tidak perlu dikafani.
Mereka cukup
dikuburkan begitu saja
dengan pakaian dan luka-
lukanya, karena justru
keadaannya saat
meninggal itulah yang
nanti akan menjadi saksi
di akhirat, bahwa yang
bersangkutan telah mati
dalam rangka membela
ajaran Islam.
Adapun mereka yang
wafat karena wabah yang
melanda suatu daerah,
atau wafat karena
tenggelam di laut atau
banjir tsunami dan
lainnya, atau karena
tertimpa bangunan
lantara gempa bumi atau
longsor, insya Allah
mereka akan
mendapatkan tempat
yang baik di sisi Allah
SWT, sebagaimana sabda
Rasul-Nya bahwa mereka
akan mendapatkan
pahala sebagaimana
pahala para syuhada ’.
Mari kita doakan
suadara-saudara kita
yang atas kehendak-Nya
telah dipanggil
menghadap-Nya, semoga
Allah SWT mengampuni
dosa-dosa mereka,
semoga Allah
memberikan kasih sayang
kepada mereka,
memaafkan kesalahan
mereka, dimulaiakan
tempat mereka,
diluaskan tempat masuk
mereka, dimandikan
mereka dengan air, salju
dan embun.
Semoga Allah SWT
berkenan menerima
mereka di sisi-Nya,
ditinggikan derajat
mereka, dan dijadikan
alam kubur mereka
sebagai raudhah min
riyadhil jannah dan bukan
hufrah min hufarin niran.
Amien ya rabbal ‘alamin.
Wallahu a’lam
bishshawab,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar