Minggu, 26 Desember 2010

APAKAH ADA SIKSA KUBUR.??

Nanti mereka akan
Kami siksa dua kali
kemudian mereka akan
dikembalikan kepada
azab yang besar.(QS. At-
Taubah: 101)
Di ayat ini teramat jelas
bahwa Allah SWT
menyiksa orang zalim itu
dua kali, yaitu pada alam
kubur dalam
kematiannya yaitu
se...telah nyawa dicabut
hingga menjelang hari
kiamat. Dan berikutnya
adalah siksaan setelah
hari kiamat yaitu di
neraka.
Pada asalnya azab kubur
ditimpakan kepada ruh
karena setelah kematian
hukum dilaksanakan
kepada ruh. Sedangkan
jasad jasad yang telah
menjadi bangkai tidak
butuh pengawetan,
makan atau minum,
bahkan dialah yang
dimakan tanah.
Akan tetapi Syaikhul
Islam Ibnu Taimiah
berkata, bahwa
terkadang ruh masih
berhubungan dengan
jasad sehingga keduanya
masih diazab atau disiksa
bersamaan. Menurut
Ahlus sunnah, ada lagi
pendapat lain, bahwa
nikmat dan azab
ditimpakan kepada jasad
tanpa ruh. Dibuktikan
dengan ditemukannya
secara nyata pada kubur-
kubur yang digali adanya
bekas-bekas azab atau
nikmat pada jasad
penghuni kubur tersebut.
Beberapa orang telah
mengabarkan kepada
saya (Syaikh Ibnu
Utsaimin) bahwa di sini,
Unaizah, Saudi Arabia,
ketika sedang
berlangsung penggalian
untuk membuat pagar
batas Negara, dilaluilah
sebuah kuburan. Ketika
kuburan tersebut digali,
di dalamnya ditemukan
sosok mayat yang
jasadnya masih utuh
belum rusak, padahal
kain kafannya telah
hancur dimakan tanah.
Sebagian yang lain
melihat jenggot mayat
tersebut ber-hana
(pewarna rambut) dan
mengeluarkan semerbak
bau seperti misk.
Para pekerja pun
menghentikan
penggalian. Kemudian
mendatangi seorang
ulama untuk menanyakan
tentang hal yang mereka
temui. Ulama tersebut
memerintahkan untuk
tidak mengganggu kubur
tersebut. Jika tetap ingin
menggali, di samping
kanan atau kiri kubur
tersebut.
Atas dasar keadaan
seperti itu para ulama
mengatakan bahwa ruh
terkadang berhubungan
dengan jasad sehingga
azab diberikan kepada
ruh jad jasad. Bisa pula
dengan pemahaman
hadits Nabi Saw
“ Sesungguhnya kubur
akan disempitkan untuk
orang kafir sehingga
berhimpitlah tulang
rusuknya. ” (Musnad
Ahmad III/126)
Hal ini menunjukkan
bahwa azab ditunjukkan
kepada jasad, karena
tulang rusuk terdapat
pada jasad.
Ya Allah ampunilah dia,
rahmatilah dia,
selamatkanlah dia,
maafkanlah dia,
baguskanlah tempat
tinggalnya, luaskanlah
kuburnya, mandikanlah ia
dengan air, salju dan
embun, bersihkanlah ia
dari dosa dan kesalahan
sebagaimana kain putih
dibersihkan dari kotoran.
Jadikanlah rumah yang
lebih baik dari rumahnya,
pasangan yang lebih baik
dari pasangannya,
masukkanlah ia ke dalam
sorga dan lindungilah ia
dari azab kubur dan azab
neraka. Lapangkanlah ia
dalam kuburnya dan
berilah ia cahaya di
dalamnya. (HR. Muslim)
dzab dan nikmat kubur
adalah benar adanya
berdasarkan Al Qur ’an, As
Sunnah dan ‘ijma ahlu
sunnah. Nabi shallahu
‘ alaihi wasallam selalu
memohon perlindungan
kepada Allah dari adzab
kubur dan
memerintahkan umatnya
untuk melakukan hal itu.
Dan hal ini hanya
diingkari oleh orang-
orang Mulhid . Mereka
mengatakan bahwa
seandainya kita
membongkar kuburan
tersebut, maka akan kita
dapati keadaannya
seperti semula.
Banyak hadits-hadits
mutawatir dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam tentang
pembuktian adzab dan
nikmat kubur bagi
mereka yang berhak
mengecapnya. Demikian
juga pertanyaan Munkar
dan Nakir. Semua itu
harus diyakini dan
diimani keberadaannya.
Dan kita tidak boleh
mempertanyakan
bagaimananya. Sebab
akal memang tidak dapat
memahami bentuk
sesungguhnya. Karena
memang tak pernah
mereka alami di dunia ini.
bahwa siksa kubur adalah
siksa di alam Barzakh.
Barangsiapa yang mati,
dan berhak mendapatkan
adzab, ia akan menerima
bagiannya. Baik ia
dikubur maupun tidak.
Meski dimangsa binatang
buas, atau terbakar
hangus hingga menjadi
abu dan bertaburan
dibawa angin; atau
disalib dan tenggelam di
dasar laut. Ruh dan
jasadnya tetap akan
mendapat siksa, sama
seperti orang yang
dikubur. (lihat Tahdzib
Syarh Ath Thahawiyah,
Syaikh Abdul Akhir
Hammad al Ghunaimi)
Bagaimana bentuk
kenikmatan dan siksa
yang akan dirasakan,
tidak perlu kita
bandingkan dengan apa
yang didapat di dunia
sekarang ini. Yang jelas,
kenikmataan dan siksaan
itu merupakan realitas
yang harus kita imani.
Nash-nash Al Qur’an dan
sunah yang dijadikan dalil
adanya pertanyaan
Malaikat Munkar dan
Nakir serta adanya
kenikmatan dan siksa di
alam kubur antara lain
sebagai berikut:
“Allah meneguhkan
orang-orang yang
beriman dengan ucapan
yang teguh dalam
kehidupan di dunia dan di
akhirat... ” (QS.
Ibrahim:27).
Menurut Rasullah saw. al-
qaulu as-tsabit dalam
ayat di atas adalah
kesaksian -bahwa tiada
Tuhan melainkan Allah
dan Muhammada
Rasulullah- yang
diberikan oleh seorang
muslim di dalam kubur
tatkala ditanya oleh
malaikat. (HR. Bukhari
dan Muslim)
“....Dan Fir’aun beserta
kaumnya dikepung oleh
azab yang amat buruk.
Kepada mereka
ditampakkan neraka
pada pagi dan petang.
Pada hari terjadinya
kiamat (dikatakan
kepada malaikat):
‘ Masukkan Fir’aun dan
kaumnya ke dalam azab
yang sangat keras. ”
Dalam ayat di atas, ada
dua azab yang
ditimpakan oleh Allah
kepada Fir ’aun dan
kaumnya. Pertama,
ditampakkan neraka
pada pagi dan petang.
Kedua, dimasukkan ke
dalam azab yang sangat
keras. Jika azab yang
kedua dinyatakan setelah
terjadinya kiamat, tentu
azab yang pertama
terjadi antara kematian
dan kebangkitan, yaitu di
alam kubur.
Rasulullah saw. bersabda,
“ Sesungguhnya jika
seseorang telah
diletakkan di dalam
kuburannya dan
ditinggalkan oleh teman-
temannya, maka ia
mendengar bunyi sandal
mereka, maka saat itu ia
didatangi oleh dua
malaikat yang kemudian
mendudukkannya dan
bertanya: “Bagaimana
pendapatmu tentang ini
(maksudnya Nabi
Muhammad saw )?”
Seorang mukmin akan
menjawab: “Aku bersaksi
bahwa ia adalah hamba
dan utusan Allah. ” Lalu
malaikat itu berkata
kepadanya: “Lihatlah,
tempatmu di neraka sana
sudah diganti oleh Allah
dengan tempat di surga,
kemudian ia melihat
kedua tempat itu.
Adapun orang munafik
dan kafir, ketika ditanya:
“ Bagaimana pendapatmu
tentang orang ini?” ia
menjawab: “Saya tidak
tahu. Saya hanya
mengatakan apa kata
orang saja. ” Lalu
dukatakan kepadanya:
“ Kamu tidak tahu dan
tidak pernah membaca
namanya ?” Lalu ia
dipukul dengan palu besi
hingga menjerit
kesakitan, yang
jeritannya itu didengar
oleh makhluk
disekitanya, kecuali oleh
manusia dan
jin. ” (Muttafaqun ‘alaih)
Menurut Dr. Muhammad
Na ’im Yasin dalam
bukunya Al-Iman, hadits-
hadits shahih yang
menerangkan adanya
azab kubur sangat
banyak dan mencapai
derajat mutawir
(meyakinkan/pasti).
Kesimpulannya, kuburan
adalah tempat jenazah
dikuburkan, sedangkan
alam kubur atau alam
barzah adalah alam atau
kehidupan yang akan
dirasakan oleh setiap
orang yang telah wafat.
Walaupun keberadaan
alam kubur itu tidak bisa
dibuktikan secara
empirik, kita harus yakin
bahwa alam kubur itu
ada.
apa di dalam Quran di
ceritakan bagaimana
cara bersolat? Sebab itu
diutuskan rasul junjungan
besar. Kalau anda
mengambil saja di dalam
Quran maka nya masalah
besar kamu hendak
mengikut syariat. Sudah
di sabda oleh rasul kita
bahawa azab kubur itu
tetap terjadi, jadi biar
apa pun bentuk yang di
seksa tetap penyeksaan
itu ada. Hal2 yang remeh
yang membuat kan kita
lebih memahami apa
hikmat nya sesuatu. Dan
hal yang remeh membuat
kita lebih beriman
kepada ALLAH. (JANGAN
TERPENGARUH DENGAN
AKAL KERANA AKAL ITU
BERGANTUNG KEPADA
ILMU DAN ILMU ITU
SIFATNYA BERLAWANAN
ANTARA SATU SAMA
LAIN. BERSIHKANLAH
HATI NESCAYA KAU AKAN
MERASA HAKIKAT IMAN
DAN AKAL MU AKAN
MENERIMA ILMU YANG
TIADA PERTENTANGAN
DALAM MENGESAKAN
ALLAH)
tapi kalau anda tetap
pada prisip anda silahkan
saja. dan perlu diingat
bahwa jika mau ijtihad
lebih baik anda harus
mmenguasi 1.Bahasa
arab, 2. menguasai Al-
qur'an,3. mengusai
hadist, 4.menguasai usul
fiqih.5. menguasai qias 6.
menguasai ijma'
ulama.wallohu'alam
bissawab
wallohu'alam
24 September jam 8:53 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Abu Hurairah Radi-
Allaho 'anho
meriwayatkan bahawa
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam
bersabda, "Ada satu
surah didalam Al-Quran
yang terdiri daripada tiga
puluh ayat yang akan
mensyafa'ati (memberi
syafa'at) kepada
seseorang (pembacanya)
itu, sehinggalah ianya
diampunkan. Ini adalah
surah Tabarak-al-ladhi."
: Surah al-Mulk juga
dikenali sebagai surah
Tabarak-al-ladhi
Tentang surah Tabarak-
al-ladhi (Al-Mulk) ini ada
satu riwayat yang lain
menyatakan bahawa
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam
bersabda, "Hatiku
menghendaki supaya
surah ini berada didalam
setiap hati orang-orang
yang beriman."
Mengikut satu hadith,
seseorang yang membaca
dua surah iaitu Tabarak-
al-ladhi (Al-Mulk) dan
Alif-Lam-Mim-Sajdah
diantara solat Maghrib
dan Isya adalah
seumpama seseorang
yang berdiri sembahyang
untuk sepanjang malam
Lailat-ul-Qadar (malam
ke27 Ramadhan, dibulan
puasa dan bulan ke 9
didalam kiraan Islam .
Adalah diberitakan juga
bahawa jika seseorang
itu membaca dua surah
ini, tujuh puloh kelebihan
akan diperolehinya dan
tujuh-puluh dosa-dosa
akan dihapuskan.
Mengikut riwayat yang
lain, jika seseorang itu
membaca dua surah ini,
ganjaran pahalanya
adalah menyamai orang
yang berdiri sembahyang
untuk sepanjang malam
'Laila-tul-Qadr'. Ini juga
telah disebutkan didalam
Mazahir.
Tirmidzi rahmat-Ullah
'alaih meriwayatkan
daripada Ibn-e-Abbas
radi-Allaho
'anho;"Sekumpulan
Sahabat telah mendirikan
satu khemah disatu
tempat tanpa
mengetahui bahawa
disitu terdapat sebuah
kubur.Dengan tiba-tiba,
mereka-mereka yang
mendirikan khemah itu
mendengar seorang
sedang membaca surah
Tabarak-al-ladhi (Al-
Mulk).
Merekapun menceritakan
peristiwa itu kepada
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam yang
menerangkan kepada
mereka bahawa surah ini
akan menjaga mereka
daripada azab Allah dan
menjaminkan
keselamatan."
Jabir Radi-Allaho
meriwayatkan bahawa
Rasul-Ullah sall-Allaho
'alaihe wa sallam tidak
akan pergi tidur sebelum
ia membaca surah Alif-
Lam-Mim-Sajdah dan
Tabarak-al-ladhi (Al-
Mulk).
Khalid Ibn-e Ma'dan radi-
Allaho 'anho telah
berkata bahawa ia
pernah mendengar satu
riwayat yang
mengatakan hahawa ada
seorang pendosa besar
yang pernah membaca
surah Sajdah tetapi tidak
pernah membaca surah
yang lain-lain. Surah ini
telah mengembangkan
sayapnya diatas orang ini
dan memohon kepada
Allah, "Wahai Pemberi
Rezekiku! orang ini
kerapkali membaca
daku." Dengan syafa'at
dari surah ini diterima
oleh Allah lalu
diperintahkan supaya
setiap dosa yang
dimasukkan didalam
kiraannya digantikan
dengan pahala." Khalid
Ibn-e Ma'dan radi-Allaho
'anho juga telah
meriwayatkan bahawa,
"Surah ini akan merayu
bagi pihak pembacanya
didalam kubur dan
berkata, 'Ya Allah! jikalau
aku ini berada didalam
KitabMu, maka terimalah
syafa'atku, jika tidak
hilangkanlah sahaja daku
ini daripada KitabMu!'.
Surah ini akan muncul
didalam bentuk seekor
burung, mengembangkan
sayapnya keatas rnayat
itu dan menjaganya
daripada siksaan
kubur." la telah
meriwayatkan semua
sekali kelebihan-
kelebihan surah Tabarak-
al-ladhi ini. Ianya sendiri
tidak akan pergi tidur
sehinggalah ia membaca
dua surah ini. Ta'us
rahmat-Ullah 'alaih telah
berkata, "Kedua-dua
surah ini mendatangkan
enam-puluh kelebihan-
kelebihannya yang
mengatasi daripada
segala surah-surah.
Siksaan didalam kubur
bukanlah satu perkara
yang biasa. Setelah
meninggal dunia, tingkat
pertama seseorang itu
mesti lalui ialah kubur.
Apabila Hadrat Uthman
radi-Allaho 'anho berdiri
diatas sebuah kubur, ia
akan menangis dengan
begitu sekali sehinggalah
janggutnya dibasahi air-
matanya. Seseorang telah
bertanya kepadanya
mengapakah ia
menangis begitu rupa jika
disebut kubur daripada
disebutkan Syurga atau
Neraka. Ia menjawab,
"Aku telah mendengar
dari Rasul-Ullah sall-
Allaho 'alaihe wa sallam
bahawa kuburlah tempat
persinggahan yang
pertama untuk menuju
akhirat. Barangsiapa
terselamat daripada
azabnya peristiwa-
peristiwa selanjutnya
akan mudah baginya. Dan
sesiapa yang tidak
selamat daripada azab
didalamnya, kepadanya
peristiwa yang akan
datang kelak menjadikan
lebih sukar sekali. Dan
daku juga mendengar
bahawa tidak ada satu
gambaran yang lebih
menakutkan dan
menggerunkan selain
daripada apa yang ada
didalam kubur. Ya Allah!
selamatkanlah kami
daripada azab ini dengan
keampuananMu.
wallohu'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar