" Kebenaran itu
adalah dari Tuhanmu,
sebab itu jangan sekali-
kali kamu termasuk
orang-orang yang
ragu" (QS 2:147)
azab kubur ada. sesuai
dengan hadis rosul dan
shohih dan bayank lagi
hadist lainnya. kalau
anda berpikir tidak sesuai
dengan alqur'an seperti
ayat.Mereka berkata,
"Aduh celakalah kami!
Siapakah yang
membangkitkan kami
dari tempat tidur kami
(kubur)?" Inilah yang
dijanjikan (Tuhan) Yang
Maha Pemurah dan
benarlah Rasul-rasul
(Nya).(QS. Yaasiin: 52)
Membaca sekilas
terjemahan ayat ini
memang bisa saja
membuat kita jadi tidak
percaya adanya siksa
kubur. Sebab ayat ini
menggambarkan bahwa
orang di dalam kubur itu
sedang tertidur. Lalu
tiba-tiba dibangunkan,
sehingga seolah-olah
tidak ada siksa kubur. P
adahal seharusnya, kalau
kita ada masalah dengan
penafsiran suatu ayat,
sebaiknya kita buka kitab
tafsir. Ambillah yang
sederhana, misalnya
kitab tafsir Ibnu Katsir.
Tafsir Ibnu Katsir: Tafsir
Al-Quran Al-Adzhim
Kita menemukan surat
Yasin dalam kitab tafsir
ini berada pada jilid 11.
Sedangkan ayat 52
terletak pada halaman
368. Di sana disebutkan
oleh penulisnya, Ibnu
Katsir, bahwa meski ada
keterangan bahwa orang
di alam kubur dalam
keadaan tidur lalu
dibangunkan, tidak
berarti bahwa siksa
kubur itu tidak ada.
Sebab dibandingkan
dengan dashyatnya adzab
neraka betulan, adzab
kubur itu jauh masih lebih
ringan. Sehingga hanya
seperti orang lagi tidur
saja. Dijelaskan di kitab
tersebut bahwa setelah
disiksa di alam kubur dan
sebelum dibangkitkan di
hari kiamat, orang-orang
akan ditidurkan sejenak.
Hal itu sebagaimana
disebutkan oleh Ubay bin
Ka'ab, Qatadah, Mujahid
dan Al-Hasan.
Tafsir Ad-dur Al-Mantsur
Kalau kita masih kurang
yakin dengan penjelasan
Ibnu katsir, mari kita
buka koleksi kitab kita
yang lain. Misalnya kita
bukan kitab Tafsir Ad-dur
Al-Mantsur. Dalam kitab
ini disebutkan bahwa Al-
Anbari menyebutkan dari
Ubay bin Kaab bahwa
orang-orang di dalam
kubur akan ditidurkan
sejenak sebelum
dibangkitkan lagi di hari
kiamat. Tidur itu hanya
sejenak sebagai istirahat
setelah mereka disiksa di
alam kubur. Sebelum
dibangkitkan di hari
kiamat, ada jeda
sebentar bagi mereka
yaitu ditidurkan sejenak.
Nah, lagi enak-enaknya
tidur, tiba-tiba mereka
dibangunkan kembali
untuk dibangkitkan, yaitu
kebangkitan kembali di
hari kiamat. Silahkan
periksa di kitab Ad-dur
Al-Mantsur jilid 12
halaman 359. Kemudian
juga ada penjelasan dari
para ulama tafsri lain
seperti Al-Firyabi, Abdu
Ibnu Humaid, Ibnu Jarir,
Ibnul Munzir, dan Ibnu Abi
Hatim. Mereka semua
mengemukakan juga
bahwa manusia di alam
kubur setelah disiksa,
akan ditidurkan sebentar
sebelum hari berbangkit
tiba.
Ketika dibangkitkan lagi
dari tidur sejenak mereka
itulah orang-orang kafir
protes, sebab lagi enak
tidur, tiba-tiba
dibangunkan untuk
kembali di adzab, namun
kali ini dengan adzab
yang lebih pedih, lebih
keras dan lebih
menyakitkan.
Mujahid berkata bahwa
bagi orang yang beriman,
mereka pun juga akan
pengalami peniduran
sejenak sebelum nanti
dibangkitkan di hari
kiamat. Namun karena
mereka mendapati
kenikmatan mereka akan
bertambah, maka
jawaban mereka lain dari
jawaban orang kafir.
Jawaban orang yang
beriman ketika
dibangunkan kembali
adalah jawaban penuh
kemenangan.
Inilah yang dijanjikan
(Tuhan) Yang Maha
Pemurah dan benarlah
Rasul-rasul (Nya).
Tafsir Ruhul Ma'ani: Al-
Alusy
Bagaimana? Masih
penasaran dan kurang
yakin? Tidak apa-apa.
Mari kita buka lagi kitab
tafsir yang lainnya. Kali
ini kita buka kitab Tafsir
Ruhul Ma'ani karya Al-
Alusy.
Dalam kitab tafsir ini ada
tambahan sedikit selain
keterangan seperti yang
di atas dari Ibnu Abbas.
Beliau mengatakan
bahwa Allah SWT
mengangkat adzab kubur
sejenak di antara dua
tiupan, sehingga orang-
orang yang ladi disiksa
tertidur kelelahan.
Ketika tiupan kedua
terjadi, maka bangunlah
mereka dan melihat
bahwa adzab neraka jauh
lebih dahsyat lagi.
Sehingga berkomentarlah
mereka seperti yang ada
di dalam ayat ini.
Dalil-dalil Siksa Kubur
Adalah Dalil Yang Qath'i
Sebenarnya adanya azab
kubur itu sesuatu yang
sudah qath ’i dan pasti
sifatnya. Tidak perlu
dipermasalahkan lagi
Dalam banyak ayat Al-
Quran Al-Kariem dan juga
tentunya hadits
Rasulullah SAW, kita
mendapatkan bahwa dalil
yang jelas dan qath ’i.
Demikian juga Rasulullah
SAW menyebut-nyebut
azab kubur secara tegas,
jelas dan terang.
Bagaimana mungkin
kemudian
mengingkarinya semata-
mata mengambil
pengertian kedua dari
ayat-ayat Al-Quran Al-
Kariem?
A. Ayat-ayat Quran
1. Ayat Pertama
Allah SWT telah
berfirman di dalam Al-
Quran Al-Kariem tentang
adanya azab kubur.
… Alangkah dahsyatnya
sekiranya kamu melihat
di waktu orang-orang
yang zalim berada dalam
tekanan sakratul maut,
sedang para malaikat
memukul dengan
tangannya, ,
"Keluarkanlah nyawamu"
Di hari ini kamu dibalas
dengan siksa yang sangat
menghinakan, karena
kamu selalu mengatakan
terhadap Allah yang tidak
benar dan kamu selalu
menyombongkan diri
terhadap ayat-ayatNya.
(QS. Al-Anam: 93)
2. Ayat Kedua
…Nanti mereka akan
Kami siksa dua kali
kemudian mereka akan
dikembalikan kepada
azab yang besar.(QS. At-
Taubah: 101)
Di ayat ini teramat jelas
bahwa Allah SWT
menyiksa orang zalim itu
dua kali, yaitu pada alam
kubur dalam
kematiannya yaitu
setelah nyawa dicabut
hingga menjelang hari
kiamat. Dan berikutnya
adalah siksaan setelah
hari kiamat yaitu di
neraka.
3. Ayat Ketiga
Demikian juga yang Allah
SWT lakukan kepada
Fir ’aun yang zalim,
sombong dan menjadikan
dirinya tuhan selain Allah
SWT. Allah SWT
mengazabnya dua kali,
yaitu di alam kuburnya
dan di akhirat nanti. Di
alam kuburnya dengan
dinampakkan kepadanya
neraka pada pagi dan
petang. Ini merupakan
siksaan sebelum dia
benar-benar dijebloskan
ke dalamnya dan
terjadinya pada alam
kuburnya.
Kepada mereka
dinampakkan neraka
pada pagi dan petang,
dan pada hari terjadinya
Kiamat., "Masukkanlah
Fir'aun dan kaumnya ke
dalam azab yang sangat
keras." (QS. Al-Mu ’min:
46)
4. Ayat Keempat
Ayat ini lalu dikuatkan
juga dengan ayat lainnya
yang juga menyebutkan
ada dua kali kematian,
yaitu kematian dari hidup
di dunia ini dan kematian
setelah alam kubur.
Mereka menjawab, "Ya
Tuhan kami Engkau telah
mematikan kami dua kali
dan telah menghidupkan
kami dua kali, lalu kami
mengakui dosa-dosa
kami. Maka adakah
sesuatu jalan untuk
keluar?"(QS. Al-Mu ’min:
11)
B. Dalil Hadits Shahih
Selain ayat-ayat Al-Quran
Al-Kariem, hadits-hadits
shahih pun secara jelas
menyebutkan adanya
azab qubur. Sehingga
tidak mungkin bisa
ditolak lagi kewajiban
kita untuk meyakini
keberadaan azab kubur
itu, sebab bila sudah Al-
Quran Al-Kariem dan
hadits shahih yang
menyatakannya, maka
argumentasi apa lagi
yang akan kita
sampaikan?
Maka mereka pun
mengeluh, Aduh
celakalah kami! Siapakah
yang membangkitkan
kami dari tempat tidur
kami (kubur)?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar